Jum'at, 15 Desember 2017

Kisah Bejo, Panjat Pohon Kelapa Tanpa Tangan

Sabtu, 08 Oktober 2016 13:04:17 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Kisah Bejo, Panjat Pohon Kelapa Tanpa Tangan

Ponorogo (beritajatim.com) - Siapa bilang diciptakan Tuhan tanpa tangan lalu membuat berpangku tangan? Justru itu yang membuat Bejo, pemuda di Ponorogo bertahan hidup.

Karena dalam kamus hidupnya, walaupun memiliki keterbatasan fisik (tidak memiliki dua tangan), dia bisa menghidupi dirinya sendiri. Dia mampu beraktivitas seperti orang normal lainnya.
 
Seperti saat beritajatim.com mencoba mengikuti aktivitasnya di rumahnya di Desa Sahang, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (8/10/2016). Sejak membuka matanya, Bejo langsung beres-beres dan mandi. Dia bersiap menuju hutan mencari kayu serta merumput.

Rumahnya dengan hutan bisa dibilang tak dekat. Bejo pun tak pernah putus asa. Di hutan, dia langsung memotong kayu untuk keperluan dijual kembali.

"Saya memotong kayu ini. Tapi bukan kayu yang dilindungi oleh negara. Kayu yang boleh saya potong. Terus saya jual ke pengepul yang memerlukan kayu bakar," kata Bejo.

Tidak hanya itu, Bejo juga melanjutkan aktivitasnya yang lain. Yakni memanjat kelapa di depan rumahnya.

Dengan cekatan, kaki kirinya memanjat. Sementara kaki kanannya memegang sabit. Sampai atas dia pun bisa memotong buah kelapa dan menjatuhkannya.

"Kalau tidak gini nanti saya tidak bisa makan. Ya walaupun ada kakak saya, tapi kan harus bekerja sendiri," kata putra ketiga pasangan Alm Mian dam Martini.

Bejo mengaku memang tinggal bersama kakak iparnya. Namun dia berusaha hidup layaknya orang normal pada umumnya.

"Walaupun tidak ada tangan, tapi saya ada kaki yang bisa saya gunakan. Mulai dari mengangkut kayu, merumput sampai mengambil kelapa di pohon," terangnya.

Bejo menjelaskan semangat hidupnya muncul karena suport dari keluarga dan teman dekatnya. Sebelumnya, sejak kecil hingga dewasa, Bejo selalu diejek.

"Tapi itu cambuk bagi saya. Dulu saya minder karena kekurangan saya. Saya jarang keluar rumah. Tapi sekarang saya tidak minder," kata pemuda yang bercita-cita sebagai pemain sepak bola ini.

Lain dengan sekarang, kondisi fisik yang dia alami, dia anggap sebagai berkah. Dia bisa memanfaatkan segalanya dengan kakinya.

Namun sayang, Bejo sudah terlanjut malu diawal dengan kondisi fisiknya. Dia mengatakan tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali. "Saya minder dulu. Dan tidak punya dana untuk sekolah," katanya

Selain sedih karena diejek, Bejo cerita terkadang sedih karena tidak ada tempat mencurahkan isi hati. Pasalnya sejak usia 10 bulan, Bejo sudah ditinggal ibunya. Sementara sang ayah juga menghadap sang khalik tahun 2010 silam. [mit/but]

Tag : tokoh

Komentar

?>