Sabtu, 24 Juni 2017

Agus Yusuf, Melukis Pakai Mulut dan Kaki

Sabtu, 06 Agustus 2016 21:14:11 WIB
Reporter : Pramita Kusumaningrum
Agus Yusuf, Melukis Pakai Mulut dan Kaki
Agus Yusuf saat pameran di Hotel Aston Madiun

Madiun (beritajatim.com) - Seorang laki-laki berumur 46 tahun terlihat dengan telaten menggoreskan cat air maupun cat minyak ke kanvas kosong. Uniknya, saat menggores, tidak menggunakan tangan kanan maupun kiri.

Dia menggoreskan pakai kaki sebelah kanan. Terkadang bergantian dengan mulutnya. Dia pun bermain feeling, apakah cat yang cocok untuk menghasilkan satu karya lukisan.

"Tuhan memang adil. Ketika saya dilahirkan dengan keadaan cacat. Tidak punya kedua tangan dan kaki kiri. Tuhan masih mengalirkan rejekinya lewat mulut dan kaki kanan saya," kata Agus Yusuf, pelukis disable asal Madiun mengawali wawancara dengan beritajatim.com, Sabtu (6/8/2016).

Agus mengatakan, awalnya dia hanya coret-coret di kanvas saat SD. Pria kelahiran, Madiun 20 Mei 1966 itu saat SD tahun 81 sempat menjuarai lomba lukis se Kabupaten Madiun.

Namun setelah itu, bapak dua anak ini berhenti mengikuti lomba lukis. Akan tetapi dia masih terus menggoreskan tinta walaupun tidak ada lomba.

Semangatnya berbuah manis, tahun 1988 dia mendapat informasi bahwa ada yayasan Aasociation of Mouth and foot Painting Artist (AMFPA) yang berpusat di Sweetderland. Dia pun mendaftar.

Agus mengatakan akhirnya bisa bergabung pada tahun 1989. "Awalnya masih menjadi calon anggota. Belum anggota," tambahnya.

Dia pun masih wajib mengirim lukisan ke kantor AMFPA per enam bulan sekali. Dan usahanya pun sampai dalam tujuan.

Warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun itu diangkat menjadi anggota tetap AMFPA pada tahun 2013. Pundi-pundi uang pun bertambah.

Karena asosiasi tempat dia bernaung selalu memberikan gaji bulanan. Sayang Agus tidak mau mengatakan secara gamblang berapa ratus juta rupiah mendapat bayaran. "Yang pasti bisa mencukupi saya dan keluarga," terangnya.

Sementara ketika dia mengikuti pameran lukisan juga terkadang lukisannya laku. Paling mahal untuk di Indonesia, dia pernah menjual lukisan seharga ratusan juta rupiah.

Agus pun telah mewujudkan mimpinya dalam hal Pameran. Dia berhasil melakukan Pameran tunggal di Hotel Aston Madiun. "Jadi dalam rangka ulang tahun Aston, makanya saya ditawari pameran tunggal, saya terima," terangnya.

Jika berbicara masalah asmara, Agus juga tidak kalah dengan pria normal. Bahkan dengan lukisannya dia berhasil menggaet gadis asal Majalengka, Sri Rohmatiah.

Agus menuturkan memang awalnya berkenalan via handphone. "Saat ke Madiun, istri saya kepincut dengan saya.

"Saya sempat mengatakan jika orang tua tidak setuju tidak masalah. Karena saya cacat, jadi kemungkinan besar tidak bisa mempunyai keturunan. Tapi kenyataannya anak saya dua," pungkasnya. [mit/but]

Tag : tokoh

Komentar

?>