Siapa Dia

Dialog Publik Universitas Jember - PWI

Dulu Banyuwangi Bagian dari Jember, Tapi Hari Ini…

Foto: Muhammad Fawait (dok pribadi)

Jember (beritajatim.com) – Ada perubahan cara pandang orang luar kawasan tapal kuda terhadap posisi Jember dan Banyuwangi.

Kini Banyuwangi lebih dikenal daripada Jember.

Muhammad Fawait, anggota DPRD Jawa Timur dari Partai Gerakan Indonesia Raya, ingat betul bagaimana dulu orang memandang Jember lebih baik daripada Banyuwangi.

“Tahun 2005, saat saya masih SMA, anak Banyuwangi ketika ditanya di Surabaya: ‘dari mana?’. Mereka menjawab: ‘dari Jember’. Ditanya lagi: ‘Jember mana?’. Mereka menjawab: ‘Banyuwangi.’ Artinya Banyuwangi bagian dari Jember,” katanya.

Namun setelah Abdullah Azwar Anas menjadi bupati, terjadi perubahan.

“Orang Jember ditanya dari mana, (dijawab) dari Banyuwangi. Banyuwangi mana? Jember. Artinya kondisi hari ini sudah terbalik. Jadi kalau Jember mau maju, Jember ini harus dipimpin oleh orang yang mengerti kondisi Jember,” kata Fawait, dalam dialog publik mengenai APBD yang diselenggarakan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Jember dan Persatuan Wartawan Indonesia, di Gedung Kauje, Kabupaten Jember, Selasa (13/8/2019).

Fawait memandang perlunya bupati Jember yang baru kelak memperjuangkan penguatan akses konektivitas dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, seperti Surabaya dan Malang.

“Bagaimana pemerintah hari ini membangun tol, tidak melewati Jember. Walau pun itu program nasional, pemda sebetulnya bisa melakukan lobi. Lihat bagaimana Lumajang, bupati dan wakil bupatinya melakukan lobi. Ada tol dari Probolinggo ke Lumajang. Artinya, dua tahun mereka menjabat, sudah bisa melobi pemerintah pusat untuk menghubungkan Lumajang dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi,” katanya. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar