Surat Terbuka dari Guru Non PNS Kabupaten Pasuruan

guru1

Kepada , Yth. Gubernur Jawa Timur

Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si

di Tempat

Assalamualaikum Wr. Wb, Salam Sejahtera untuk kita semua.

Perkenalkan nama saya Sonhaji Mutiallah, guru kinerja Non PNS di SMP Taman Dewasa Prigen ,Koordinator Guru Kinerja Non PNS Kabupaten Pasuruan.

Perlu kami sampaikan sebelumnya , bahwa Guru Kinerja Non PNS ini ada sejak kepemimpinan Gubernur Jawa Timur, Bapak Sukarwo , dan pengangkatannya berdasarkan Surat KeputuanKepala Dinas Pendidikan Propinsi jawa Timur, sedang Penetapan penerima honorarium kinerjaguru non PNS melalui APBD Propinsi Jawa Timur.

Dasarnya adalah:

a. bahwa dalam rangka melaksanakan tugas keprofesian, guru berhak memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan social sebagaimana Pasal 14 ayat (1) poin a Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2005;

b. Bahwa melalui Program peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Propinsi Jawa Timur dipandang perlu memberikan bantuan honorarium kinerja guru non PNS yang memenuhi syarat, sehingga guru memperoleh penghasilan dan jaminan kesejahteraan social;

c. Bahwa sehubungan dengan hal tersebut pada butir (a) dan (b) di atas dipandang perlu penetapan guru yang berhak memperoleh honorarium kinerja guru non PNS , melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur.

Menetapkan:

Pertama : Penerima honorarium kinerja guru Non PNS melalui APBD Propinsi Jawa Timur

tahun anggaran ……. Sebagaimana daftar terlampir.

Kedua : Honorarium kinerja guru Non PNS yang di berikan sebesar Rp. 1.000.000 ( Satu Juta Rupiah) setiap bulan.

Ketiga : Penerima honorarium kinerja guru Non PNS tidak bisa diganti apabila: telah meninggal dunia, diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil, usia diatas 60 tahun, tidak bertugas lagi sebagai guru atau mengundurkan diri.

Keempat : Membebankan honorarium kinerja guru Non PNS melalui APBD Propinsi Jawa Timur Tahun Anggaran …….. pada Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur dengan kode Rekening ………..,Program Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga

Kependidikan.

Kelima : Keputusan ini berlaku sejak ditetapkan, apabila dikemudian hari ternyata ada kekeliruan dalam Keputusan ini akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Keberadaan Guru Kinerja Non PNS atau dulu di sebut guru kontrak, sudah cukup lama,dan pengangkatannya di dasarkan pada batasan usia, minimal usia 40 tahun dan kuota tiap Kabupaten sekitar 40 orang guru, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA/SMK.

Pada awal awalnya penerimaan honor/gaji, lancar dan tidak ada masalah, tapi setelah ada penarikan Lembaga Pendidikan Jenjang SMA dan SMK ke Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur sekitar tahun 2017, baru ada kendala dan keterlambatan penerimaan honor, khususnya yang jenjang TK, SD, dan SMP. Karena honornya tidak lagi langsung kerekening masing –masing individu, tapi melalui Pemerintahan Kabupaten. Sehingga pencairannya pun lama , kita harus membuat proposal terlebih dahulu, setelah itu kita di suruh tanda tangan MOU, baru honor cair. Cairnya pun tidak masuk kerekening masing masing guru, tapi masuk melalui rekening lembaga, jadi kalau ambil harus meminta tanda tangan kepala sekolah dan bendahara.

Tahun 2018 , kami baru menerima honor setelah satu tahun menungu. Kami sudah sering tanya ke bagian kepegawaian dinas Pendidikan , tentang keterlambatan honor kita, jawabannya, ada kesalahan dari Pemerintah Propinsi dalam memberikan juknisnya, sehingga pemerintah kabupaten tidak berani mencairkannya. katanya Sabar… Sabar…….. itu jawaban yang kami terima, hingga satu tahun honor baru di cairkan.

Kasus ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Pasuruan, tapi hampir semua Kabupaten Se- Jawa Timur , Yang menerima honorarium Kinerja Guru Non PNS ada keterlambatan , Anehnya untuk yang Guru kinerja dari Jenjang SMA dan SMK yang masih menginduk Propinsi Jawa Timur , tidak ada kendala, lancer-lancar saja.

Tahun ini terulang lagi, mulai Januari 2019 sampai bulan Juni dan menjelang hari raya , kami tidak ada tanda tanda gajian, kita Tanya sudah berualang –ulang, sampai malu sendiri, padahal ini hak kita. Kalau tahun 2018, ada kesalahan juknis dari Pemerintah Propinsi, sekarang siapa yang di kambing hitamkan , masak kesalahan akan terulang untuk kedua kalinya, ini masalah perut, dan kebutuhan yang lainnya. Ibu Khofifah Indar Parawansa

Kami sudah cukup lama bersabar, bahkan sampai di ubun-ubun kesabaran kami. Kalau boleh pinjam kata-kata Prof. Amin Rais, tentang People Power, kami bisa melakukan , Se-jawa timur ada kurang lebih 1500 guru kinerja, tapi kami masih jaga kode etik guru, kode etik sebagai pendidik yang bisa di Gugu lan di tiru, tapi yang namanya urusan perut, kita kadang kala bisa lepas control dan lepas kendali. Kemana lagi kami mengadu kalau tidak ke Ibu Gubernur, karena awal mula yang mengangkat guru kinerja Non PNS adalah Gubernur Jawa Timur.

Ibu Khofifah Indar Parawansa

Kami Guru Kinerja Non PNS, Usia kami sudah tidak muda lagi ,semuanya sudah hampir expied, karena semuanya sudah di atas lima puluh tahun, buku catatan sudah habis untuk mencatat pengabdian kami pada bangsa, pada anak didik. Sudah tak terhitung lagi berapa siswa-siswi yang menjadi pejabat, menjadi orang –orang penting lewat sentuhan lembut dan penuh kasih sayang kami. Tapi biarkanlah semua ini menjadi ladang amal kami .

Kami tidak minta di angkat menjadi pegawai negeri sipil, kami tidak meminta kenaikan gaji, apalagi gaji ke 13, dan THR yang baru saja di terima dengan suka cita teman-teman ASN, teman teman seperjuangan , sepengabdian, tapi beda jauh strata pendapatan dengan kami. Kami tidak sedikitpun ngiri, karena semua rejeki sudah di gariskan oleh Allah Swt.

Ibu Khofifah Indar Parawansa

Yang kami minta adalah hak kami, honor atau gaji yang dulu setiap bulan bisa cair, bisa kita gunakan untuk tambahan beli lauk, tambahan bayar sekolah anak-anak kami. Sebagai koordinator sedih rasanya bila mendekati akhir bulan , banyak yang Tanya, pak kapan gajian, tolong di tanyakan ke dinas. saya butuh untuk bayar kuliah anak saya, untuk biaya suami sayayang sakit strok, untuk tambahan beli insulin istri saya yang kena diabet.

Sedih….Sedih…..rasanya.

Demikian Surat terbuka kami, mohon maaf kami melakukan ini supaya ada perhatin dan bantuan penyelesaian, karena pertanyaan dan keluh kesah kami tidak ada yang menampung.

Tenaga kami sudah Loyo tidak bisa melakukan people power, kami hanya berharap dan pasrah Kepada Allah SWT, mudah mudahan keluhan kami di dengar . Kami senantiasa mendoakan Ibu Khofifah, semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan dan perlindungan, Amin.

Pasuruan, 4 Juni 2019

Hormat Saya

Ttd

Sonhaji Mutiallah

Koordinator Guru Kinerja Kabupaten Pasuruan

Apa Reaksi Anda?

Komentar