Society 5.0 Buka Peluang Untung Cepat Investasi Pada Anak

20190627_120415

Banyak orang mengamini bahwa anak merupakan investasi terbesar.

Berbagai argumen pengalokasian anggaran pembangunan, dan juga anggaran rumah tangga, menyatakan anak-anak adalah investasi jangka panjang.

Benarkah yield (keuntungan) dari investasi ke anak-anak harus menunggu 20 sampai dengan 30 tahun? Gerakan InVest ingin mematahkan mitos tersebut.

Apabila investasi hanya didefinisikan besarnya alokasi angggaran pembangunan berdasarkan jumlah populasi anak dan pembangunan infrastruktur, maka kita harusnya sadar bahwa return of investment dari kebijakan afirmatif tersebut juga fluktuatif, tidak linier.

Dalam waktu dua atau tiga dekade imbal baliknya dapat saja berbeda dengan proyeksi awal. Sebagian besar untung besar. Pembangunan sekolah dasar instruksi presiden misalnya membantu percepatan sukses Wajib Belajar dan Angka Partisipasi Sekolah. Begitu juga dengan investasi di bidang kesehatan dasar anak seperti imunisasi. Triliunan rupiah yang dihabiskan untuk memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan kekebalan tubuh, berhasil, bukan saja membebaskan negeri ini dari beberapa penyakit menular tapi juga mencegah kejadian luar biasa (wabah).

Di lain sisi, masih begitu banyak tantangan yang mampu mengaburkan nasib masa depan anak-anak kita. Data dari Lembaga Perlindungan Anak Jawa Timur misalnya, masih banyak catatan kasus kekerasan terhadap anak. Tingkat kematian ibu saat melahirkan juga masih memiliki angka yang cukup besar. Belum lagi masalah pemenuhan nutrisi, baik stunting maupun obesitas.

Dan seiring perubahan zaman, kasus perundungan di kalangan anak-anak muda bisa dilihat menjadi sangat marak akhir-akhir ini. Studi-studi terkait hal itu pun dapat ditemukan dengan mudah melalui pencarian internet. Semakin luas pencarian yang dilakukan, akan nampak semakin banyak pula resiko yang muncul bagi masa depan anak.

Disinilah Gerakan InVest Surabaya mencoba mencari solusi jangka pendek dengan imbal hasil investasi yang cepat.

Kami terinspirasi oleh figur Einstein yang melalui sejarah hidupnya telah mengajarkan untuk terus mencari pilihan jika kita tidak bisa memecahkan masalah.

Pada 16 tahun, ia gagal dalam ujian masuk sebagai calon teknisi di bidang kelistrikan. Apakah ia menyerah? Tidak sedetikpun. Ia tetap rajin belajar dan membuat rencana baru untuk masa depannya.

Akhirnya Einstein memutuskan untuk belajar matematika dan fisika, agar dia bisa menjadi guru. Pada usia 21, ia lulus sebagai guru matematika dan fisika. Dan puncaknya, dia meraih gelar doktor pada tahun 1905.

Dari sejarah singkat tentang Einstein sudah sangat jelas bahwa inovasi harus kita lakukan demi meraih keberhasilan.

Dalam kasus masa depan anak, tentunya untuk bisa menemukan solusi jangka pendek yang memiliki hasil cepat dan nyata diperlukan adanya inovasi. Lalu inovasi seperti apa yang bisa dilakukan untuk mendapatkan solusi jangka pendek bagi masa depan anak?

Salah satu jawabannya adalah dengan cara pemanfaatan teknologi internet. Berinvestasi dalam teknologi yang memungkinkan kita menuai lebih cepat manfaat. Pemanfaatan yang bagaimana?
Sebuah layanan digital serta gerakan sosial bernama InVest kini telah dikembangkan bersama kelompok-kelompok muda kreatif di Kota Surabaya. Diantaranya adalah Jasa Cipta Kreasi (JCK) Enterprise (@jckenterprise), GoodNewsfromIndonesia (@gnfi) dan @ExploreSurabaya. Para pegiat teknologi ini percaya bahwa lewat kemajuan informasi teknologi, kebaikan hari ini, hasilnya dapat dinikmati hari ini juga. Suara Surabaya sudah membuktikannya dengan mencegah penculikan, membongkar pencurian, bahkan mencegah kekerasan.

Tujuan dari gerakan sosial bernama InVest ini adalah mengajak seluruh masyarakat Surabaya dapat bersama-sama dengan kami berinvestasi pada anak-anak dengan cara yang paling sederhana.

Pertama, menginvestasikan waktu serta perhatian dan sebagian kegiatan ber-media social kita untuk anak-anak. Kami menyerukan agar masyarakat Surabaya dapat turut bersedekah serta beramal tanpa uang dengan berbagi informasi dari berbagai laman media social yang membuat konten ramah anak. Terutama yang mengandung informasi perlindungan anak.

Mengutip sebuah pepatah dari Benua Afrika, “It takes a village to raise a child” (Butuh Satu Desa untuk Membesarkan Satu Anak),” kami mengajak seluruh warga Surabaya untuk peduli atas nasib anak-anak Surabaya saat melihat konten dan mengkonsumsi postingan kaum dewasa yang tidak positif. Untuk melindungi anak-anak Surabaya di dunia maya, dibutuhkan investasi kolektif dari kita semua, karena, sesuai pesan Walikota Surabaya Ibu Risma, “Anak Surabaya adalah Anak Kita Semua.”

Lalu bagaimana cara kerja investasi non-tunai berbasis media sosial? Tiga langkah awal ini dapat menjadi semacam panduan bagi kita semua untuk melakukannya sekarang juga.

1. Jangan menyumbang tanpa niat. Namun, berinvestasilah pada anak-anak. Investasikan waktu, perhatian, dan sebagian harta anda kepada mereka. Ini bisa anda lakukan dengan cara berinvestasi melalui UNICEF atau organisasi lain yang berjuan untuk anak-anak.

Kami dan mereka akan bekerja setiap waktu untuk menyampaikan aspirasi anda demi kehidupan yang lebih baik bagi semua anak-anak. Anda bisa berinvestasi secara pribadi maupun kolektif melalui perusahaan yang anda miliki atau jalankan.

2. Jangan berhenti hanya like dan share. Jangan hanya menjadi dermawan. Bersikaplah layaknya pengusaha, pemilik bisnis atau investor. Awasi kami untuk memproduksi konten-konten tersebut dan bekerjalah Bersama kami untuk mendesainnya (co-create). Berikan kami Indikator Kinerja Utama sebagai syarat agar Gerakan InVest tetap kamu dukung.

Kami akan menunjukkan kepada Anda bahwa peduli hak anak akan membantu kantor Anda atau diri Anda sendiri menjadi bagian dari masyarakat dunia yang bekerja di perusahaan yang mengedepankan bisnis yang baik, berkelanjutan, dan berorientasi kepada masa depan, memiliki visi untuk anak-anak Surabaya.

3. Beritikadlah untuk melakukan “Sedekah Posting”. Sisihkan sedikit waktu mem-posting atau menyebarkan konten-konten kampanye positif tentang anak-anak Indonesia. Seperti misalnya #EarlyMomentsMatter, #foreverychild, #everychildalive, #ImunisasiBisa, #AnakSurabayaAnakKitaSemua. Atau bisa juga posting foto-foto yang mengabarkan kondisi anak-anak di sekitar lingkungan yang bisa didapatkan dari @gnfi atau @exploresurabaya dan akun-akun ramah anak lainnya, termasuk @unicefindonesia. Cukup berbagi (share,repost,regram, retweet) seminggu sekali pada hari-hari khusus, misalnya sesaat setalah atau sesudah Shalat Jumat atau sebelum atau setelah Sekolah Minggu dan hari-hari yang dianggap tepat untuk berbagi.

‘Sedekah posting’ ini salah satu upaya yang kami ciptakan untuk mengajak generasi milenial—yang menghabiskan sekitar sepertiga hari-harinya (sekitar 8 sampai dengan 11 jam per hari) di dunia maya–untuk melakukan aksi nyata, peduli dengan nasib anak-anak Surabaya.

Warga Surabaya, bergabunglah bersama kami. Bergabunglah bersama InVest membiasakan Sedekah Posting. Mari kita bersama-sama berinvestasi di masa depan kita semua yang sudah tiba: the future is here. Mari buat anak-anak bahagia. #foreverychild.

Johan Alvin Khosuma
Branding Consultant
Co-Founder JCK Enterprise
Penggagas Gerakan InVest Surabaya
jak@jckenterprise.com

Apa Reaksi Anda?

Komentar