SMKN 1 Batu Harap Edotel Segera Dibangun

IMG-20190717-WA0025
SMKN 1, jalan Bromo, Sisir, Kota Batu, Rabu (17/7/2019).

Batu (beritajatim.com) – Education Hotel (Edotel) adalah suatu hotel yang dijadikan sebagai laboratorium pembelajaran bagi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mempunyai jurusan Pariwisata seperti Perhotelan.

Untuk membangun sebuah Edotel setidaknya memiliki 10 kamar, ruang pertemuan, dan restoran. Edotel yang sudah dibangun ini nantinya akan dikembangkan ke Teaching Factory, maksudnya segala proses pembelajaran terkait pelayanan tamu hingga administrasinya akan sepenuhnya berada di hotel tersebut.

“Kalau punya Edotel sendiri kan enak, pembelajaran siswa sepenuhnya berada di hotel tersebut. Jadi ketika mereka lulus sudah terbiasa dengan suasana di hotel, seperti melayani tamu dari check-in hingga check-out”, ujar Joko Susanto, Kepala Sekolah SMKN 1, Jalan Bromo, Sisir, Kota Batu, Rabu (17/7/2019).

Untuk lokasi rencana pembangunan Edotel tersebut juga masih belum tau, karena belum ada dialog resmi antara pihaknya dengan Dinas dan Provinsi Jatim.

Joko Susanto juga mengatakan jika salah satu media yang memberitakan dirinya meminta lahan Provinsi Jatim untuk pembangunan Edotel ini tidak benar. “Saya kan belum sowan ke orang-orang Dinas, jadi istilahnya belum ada omongan sama sekali. Untuk pemberitaan yang di media itu tidak benar”, ungkapnya.

“Kalau tanah di Malang banyak banget, tapi ya masak sekolahnya di Batu hotelnya di Malang, kira-kira di komplain sama orang nggak”, imbuhnya.

Ketika Monev UNAS kemarin Menteri Pendidikan dan Plt Kepala Dinas Pendidikan Jatim Hudiyono turut hadir di SMKN 1. Mereka mengatakan jika SMK ini bagus dan mempunyai prestasi yang baik, jadi sudah seharusnya mempunyai Edotel sendiri.

Hal tersebut juga didorong dengan adanya SMKN 2 dan SMKN 3 Malang yang sudah mempunyai Edotel sendiri. “Hampir semua SMK Pariwisata Negeri punya hotel pribadi. Sedangkan di Batu belum ada sama sekali”, ujar Joko.

Pihaknya juga sudah berupaya untuk pinjam ke Pemerintah Kota Batu, namun karena SMK ini sudah ikut Provinsi jadinya lebih baik pinjam ke Provinsi. Sayangnya hingga saat ini pihaknya belum bertemu dengan Provinsi untuk membahas pembangunan Edotel ini secara resmi.

Sebenarnya di SMKN 1 ini sudah memiliki 2 ruangan lab, namun lab tersebut tidak bisa digunakan untuk menerima tamu, karena hanya dipakai sebagai pembelajaran siswa saja.

“Harapan kami dari Dinas dan Provinsi juga ada yang membantu terkait rencana pembangunan Edotel ini. Edotel memang seharusnya ada di tiap SMK Pariwisata, karena itu merupakan sebuah laboratorium praktek untuk siswa jurusan perhotelan. Didalamnya para siswa akan diajarkan menjadi pengusaha, karena pengelolaan hotel sepenuhnya berada di tangan mereka hingga menghasilkan uang”, pungkasnya. [ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar