Program JUT dan JAPRO Menjadi Program Unggulan Dinas Pertanian Kota Batu

IMG_20190702_083049
Salah Satu Jalan yang Sudah Tersentuh Program JUT dan JAPRO, Rabu (3/7/2019)

Batu (beritajatim.com) – Program Jaringan Usaha Tani (JUT) dan Jaringan Produksi (JAPRO) merupakan program kegiatan di pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pertanian untuk menunjang dan mempermudah sarana produksi, alat angkut hasil panen pertanian, baik hortikultural maupun tanaman pangan yang ada di Kota Batu.

“Ini merupakan program setiap tahun dimana dana yang didapat bersumber dari APBD dan APBN melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sesuai dengan kebutuhan di lapangan”, ujar Hendry Suseno, Sekretaris Dinas, Rabu (3/7/2019).

Program JUT diperuntukkan untuk komoditi-komoditi tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan kedelai. Sedangkan Program JAPRO diperuntukkan untuk komoditi-komoditi tanaman hortikultura, peternakan, dan perkebunan.

Jalan yang dibangun merupakan jalan makadam, yaitu jalan tanah yang disusun bebatuan. Sebelum dibangun jalan makadam, jalan tersebut hanya berupa tanah basah, dimana ketika terkena hujan akan menjadi lumpur dan menyulitkan petani dalam membawa hasil panennya. Sehingga hal tersebut sangat mempengaruhi proses akomodasi para petani.

“Jalan pada program JUT dan JAPRO ini dibangun dengan jalan makadam sebagai langkah awal, untuk berikutnya proses pengaspalan adalah tugas pihak Bina Marga. Sebenarnya kita sengaja tidak membuat jalan aspal dari awal, agar daerah tersebut tidak dibangun bangunan-bangunan industri. Kalau banyak bangunan kan lahan pertanian kita juga semakin menyempit”, Heru Yulianto, Kepala Bidang Sarana Prasarana.

Untuk program JUT sendiri, dibangun dengan lebar badan jalan maksimal 2.5 meter. Sedangkan JAPRO, dibangun dengan lebar badan jalan maksimal 3 meter. Satu titik jalan yang dibangun akan membutuhkan dana berkisar 175 – 200 juta rupiah. Bahkan yang hanya 80 juta rupiah pun ada, sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kelompok tani atau petani yang ingin daerahnya tersentuh program ini harus melalui beberapa proses, diantaranya; Petani harus membuat proposal pengajuan pada bidang penyuluhan di masing-masing daerah binaan, kemudian diteruskan ke Dinas Pertanian melalui rapat Dinas, kemudian pihak Dinas Pertanian akan melakukan survei, jika daerah tersebut layak direnovasi maka Dinas Pertanian akan mengajukan dana ke DPR. Setelah DPR memberikan persetujuan, barulah jalan didaerah tani tersebut dilakukan renovasi.

“Di Kota Batu ini kan ada 19 Desa, dan 5 Kelurahan. Alhamdulillah semuanya sudah tersentuh program JUT dan JAPRO ini. Harapan kita kedepannya agar petani di Kota Batu ini lebih sejahtera”, imbuh Hendry Suseno.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar