Limbah Plastik, Jadi Miniatur Unik di Brawijaya Edupark

IMG-20190704-WA0017
Limbah Plastik yang Jadi Miniatur

Malang (beritajatim.com) – Taman rekreasi Brawijaya Edupark yang terletak di Jalan Kahuripan, Kecamatan Klojen, Kota Malang selain menyediakan taman bermain seperti kolam renang, bianglala serta kafe, ada juga museum edukasi yang unik bertemakan miniatur dari limbah sampah plastik.

Museum miniatur ini semuanya diolah dari limbah plastik yang bisa didaur ulang, seperti botol bekas, ember bekas dan bahkan sedotan plastik yang resmi dibuka pada bulan april 2019 oleh Taufiq Saguanto.

Banyak sekali macam bentuk dari miniatur disini, mulai dari bentuk kendaraan seperti miniatur kapal, pesawat dan motor, ada juga yang berbentuk hewan seperti singa, kingkong dan juga robot-robot yang semuanya terbuat dari limbah plastik.

Selain di pajang di Brawijaya Edupark, minatur ini juga ada yang dijual, dan harganya pun bervariasi tergantung dari tingkat kesulitan pembuatanya, mulai harga kisaran 30 hingga 40 ribu rupiah, dan bahkan 100 ribu rupiah keatas untuk kategori yang susah.

Nor Laili (19) mahasiswa magang Universitas Negeri Malang (UNM) berkata jika kebanyakan bentuk dari miniatur disini berbentuk kendaaraan, karena sesuai dengan passion sang pendiri, yaitu dibidang otomotif.

Dan tujuan dari dibuatnya museum ini adalah untuk mengedukasi, serta memberikan pelatihan kepada masyarakat agar bisa membuat kreasi dari limbah sampah plastik yang ada.

“Kan 60% sampah didunia ini adalah berupa plastik, dan pak Taufiq sang pendiri sekaligus pembuat semua miniatur disini, membuka pelatihan kepada masyarakat yang ingin membuat limbah plastik menjadi sebuah karya, dengan tujuan selain untuk mengurangi sampah plastik, juga diharapkan agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat” ujar mahasiswa tersebut.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar