Kalah Bersaing dengan Perusahaan Kompetitor, Apa Tanggung Jawab Manajemen?

aplikasi-android-ojek-online
source: google

Salah satu perusahaan aplikasi ojek online lokal di Indonesia merasa takut dan terancam akan persainganya dengan aplikasi ojek online dari luar.

Hal ini dikarenakan permintaan konsumen akan penggunaan aplikasi tersebut dinilai mulai menurun secara terus-menerus, untuk menanggapi hal tersebut organisasi tersebut menurunkan tarif ojek itu sendiri dan malah mendapatkan kritik dari para pekerja ojek daring bahwa ini kesalahan dari manajemen.

Manajemen akhirnya bingung dalam menanggapi penurunan permintaan konsumen ini.

Seperti 2 sisi mata uang, jikalau mereka menurunkan tarif dari ojeknya maka akan memberatkan si tukang ojek dan menurunkan pendapat mereka.

Sedangkan jika mereka tidak melakukannya, maka bisa jadi pelanggan mereka akan semakin menurun dan akan terus menurun karena berpindah ke aplikasi ojek online yang lain.

Sebagai kesatuan manajemen organisasi, apakah hal tersebut merupakan kesalahan dari manajemen pemasaran?

Seorang manajer harus bisa mengatasi segala macam perubahan yang ada di dalam organisasi. Termasuk kendala dalam manajemen pemasaran.

Manajer harus bisa mengetahui apa yang menjadi penyebab permintaan konsumen menurun pada aplikasinya.

Berdasarkan pengamatan saya sebagai konsumen, hal ini dikarenakan pesaing memberikan berbagai macam voucher diskon kepada pelanggan, sehingga pelanggan merasa tertarik untuk mendapatkan voucher tersebut dan berpindah dari aplikasi ojek online lokal ke aplikasi ojek online yang baru.

Penawaan voucher diskon yang terus menerus akhirnya membuat konsumen menghapus aplikasi lama dan berpindah pada aplikasi yang memberikan banyak voucher tersebut. Dilihat lebih dalam lagi, ini bukan merupakan kesalahan manajemen.

Manajemen aplikasi ojek online ini telah memberikan inovasi yang sangat baik kepada para pengguna, yaitu dengan segala kemudahan-kemudahan dalam transaksinya. Tapi hal ini merupakan permasalahan permodalanya.

Permodalan aplikasi sebelah mendapatkan bantuan modal yang cukup besar untuk menarik pelanggan lawan dan pada tujuan akhirnya akan menjadi satu-satunya aplikasi ojek daring yang bertahan dalam masyarakat atau memonopoli perdagangan di Indonesia.

Padahal kalau dilihat lagi, aplikasi ini merupakan aplikasi asli buatan anak Indonesia atau disebut produk lokal, sedangkan aplikasi pesaing merupakan produk luar.

Hal seperti ini bukanlah lagi ranah manajemen dalam pengambilan keputusan. Tetapi pemerintah lah yang harus mengambil tindakan pada persaingan dagang ini.

Yang jika dibiarkan terus menerus akan berakibat tidak sehatnya persaingan dan menggerus produk dalam negeri. Sehingga keputusan pemerintah dalam melarang adanya diskon-diskon pada aplikasi tersebut sudah sangat tepat apabila keduanya menjalankan larangan dari pemerintah tersebut.

Dengan begitu, manajemen aplikasi ojek lokal ini tidak perlu lagi kebingungan untuk menurunkan tarifnya. Karena itu berakibat pada pergeseran permintaan yang tidak baik bagi pekerja ojek online sendiri. Dengan regulasi pemerintah yang tepat, akan membawa kedua aplikasi ini bersaing secara sehat. Selian itu, produk lokal Indonesia akan tetap terjaga dan tidak kalah saing dengan produk luar.

Manajemen tidak selalu menajadi momok yang harus disalahkan dalam suatu kendala dalam organisasi. Banyak hal-hal di luar kendali manajemen yang tidak bisa dikendalikan oleh manajer maupun anggota karyawanya. Dan pada saat inilah, kebijakan dan peraturan pemerintah sangat diperlukan.

By: Amelia Rahmadhany, PKN STAN

Apa Reaksi Anda?

Komentar