Jelang Ujian, Siswa SD di Eks Lokalisasi Kremil Gelar Istighosah & Basuh Kaki Ortu

IMG_5552
Para siswa melakukan ritual membasuh kaki ayah atau ibu mereka yang turut hadir mendampingi si anak.

 

 SURABAYA – Ritual unik dilakukan puluhan siswa SD Bina Karya, Jalan Tambak Asri 150A, Kecamatan Krembangan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/4) pagi sebelum pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).yang digelar Senin-Rabu, 22-24 April 2019 mendatang.

 

Para siswa melakukan ritual membasuh kaki ayah atau ibu mereka yang turut hadir mendampingi si anak.

 

Ritual ini dipercaya akan memberi dukungan moral dan wujud dari meminta doa restu orang tua. 

 

Sebelum ritual basuh kaki sang ayah atau ibu, para siswa dan jajaran guru setempat juga melaksanakan Istighosah dan doa bersama.

 

“Kegiatan ini diharapkan anak-anak akan siap mental dan doa orangtua itu sangat diperlukan untuk kesuksesan anaknya, termasuk dalam menempuh pendidikan,” ujar Kepala SD Bina Karya, Dra. Sudarwati, MM.

 

Tahun ini, ada 64 siswa kelas VI di SD Bina Karya yang akan mengikuti USBN. 

 

“Harapannya, semua lulus bagus sebagaimana hasil USBN tahun lalu yang lulus 100 persen. Dan selanjutnya, mereka bisa masuk ke sekolah negeri favorit yang diimpikan,” kata Sudarwati yang sudah 28 tahun menjadi kepala sekolah di SD Bina Karya tersebut.

 

Tak hanya membasuh kaki, namun para siswa juga memijit kaki orangtua mereka masing-masing sembari mengeringkan kaki usai dibasuh. 

 

“Ini sebagai simbol bentuk terima kasih serta pengabdian seorang anak pada orangtuanya,” terang Sudarwati yang juga tokoh masyarakat di wilayah dimana sekolah itu berdiri.

 

Yuliana (39), ibu dari Syahreza (12) menangis saat kakinya dibasuh.

 

“Saya doakan, semoga kamu lulus dan bisa masuk ke SMP negeri nanti ya, nak,” katanya sambil mengelap air mata.

 

Senada dengan Yuliana, Anik (35) merasa sangat terharu saat Erdini anak pertamanya bersimpuh di depannya sambil membasuh kedua kakinya.

 

“Sebagai orangtua, saya juga merasa deg-degan. Tapi dengan acara ini, hati saya plong. Semoga nanti anak saya dapat menjawab semua ujiannya dan mendapatkan nilai yang bagus supaya bisa masuk sekolah negeri favorit,” ungkapnya.

 

Untuk diketahui, SD Bina Karya sendiri berlokasi di tengah-tengah kawasan eks Lokalisasi Tambak Asri yang lebih dikenal dengan nama Kremil, yang sudah ditutup oleh Pemerintah Kota Surabaya pada 2013 lalu.

Apa Reaksi Anda?

Komentar