Inovatif! Mahasiswa Ini Manfaatkan Lumpur Sisa PLTP Dieng Jadi Penyerap Logam Berbahaya

IMG-20190513-WA0018
Tim [KOPO-6] PKM-PE UM

 

Malang – Proses pengubahan panas bumi menjadi energi listrik ternyata menimbulkan dampak bagi lingkungan. Salah satunya lumpur yang dibawa oleh panas bumi atau lumpur geothermal. PLTP Dieng merupakan salah satu pembangkit listrik panas bumi di Indonesia yang juga menghasilkan lumpur geothermal.

Bahkan, lumpur yang dihasilkan tiap bulannya cukup banyak, bahkan mencapai 165 ton setiap bulannya. Namun, lumpu geothermal ini belum diolah dengan maksimal.

Tiga mahasiswa ini yaitu Lailatul Ilmiyah, Yuni Auliana Putri dan Yuastutik yang sedang menempuh pendidikan di Jurusan Kimia UM, mencoba memanfaatkan lumpur tersebut menjadi adsorben atau penyerap logam berbahaya di air.

Hal tersebut didasari atas keprihatinan terhadap kondisi sungai yang acapkali mengandung limbah  sisa perindustrian.  Limbah tersebut ternyata mengandung logam yang berbahaya. Salah satunya adalah logam Cr (VI) yang sering dijumpai pada sungai yang dekat dengan industri seperti penyamakan kulit, electroplating dsb. Logam ini bersifat karsinogenik dan sangat berbahaya bagi tubuh.

Dibawah bimbingan Bapak Dr. Sumari, M.Si selaku Dosen Kimia FMIPA UM, mahasiswa ini tengah membuat adsorben berupa zeolit yang dimodifikasi dengan penambahan nanopartikel magnetik dan kitosan untuk memaksimalkan proses penyerapan logam.

“kami berharap adsorben ini akan menjadi solusi alternatif dalam menyelesaikan permasalahan limbah di sungai” tambah Lailatul Ilmiyah selaku ketua tim ini.

Tim PKM ini berhasil didanai DIKTI pada tahun 2019 terus mengembangkan penelitiannya dalam membuat adsorben yang mampu menyerap logam berbahaya seperti logam Cr (VI).

Apa Reaksi Anda?

Komentar