Inovasi Pendidikan IPS

foto: ilustrasi

Tulisan ini saya tulis untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Inovasi Pendidikan, dengan Dosen Pengampu Engelberthus Kukuh Widijatmoko, SH., M.Pd 

 

Perubahan dan Inovasi

Perubahan adalah suatu bentuk yang wajar terjadi, bahkan para filosof berpendapat bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang abadi kecuali perubahan. Hal yang sama juga terjadi dalam dunia pendidikan. Dari waktu ke waktu harus ada sebuah pembaharuan dalam hal pendidikan baik dari segi kurikulum, metode, dan penetapan materi pengajaran perlu disesuaikan dengan karakteristik siswa dan aspek sosial lingkungan yang sangat mempengaruhi. 

Salah satunya adalah pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Kita ulang pemahaman tentang Ilmu Pengetahuan Sosial adalah suatu pembelajaran tentang konsep sosial, yang berhubungan dengan geografi, sejarah, antropologi, sosiologi dan ekonomi. Jadi untuk IPS memang mempelajari tentang hubungan manusia dengan sosial 

Manusia sebagai khalifah di bumi

Kedudukan manusia sebagai khalifah merupakan atribut yang menuntut manusia yang merdeka, bebas, menguasai seluruh tindakannya dan mempunyai kemampuan objektif dalam mengaktualisasikan dirinya sebagai bagian dari tugas yang diberikan pencipta-Nya dalam rangka membangun dan memakmurkan bumi. Dua kedudukan yang disandang manusia membawa pada pembagian konsep yang sangat mendasar tentang kajian keilmuan dalam Islam. Iman, Islam, dan Ihsan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Iman adalah kepercayaan seseorang yang diucapkan dengan lisan, ditastidkan dalam hati, dan diamalkan dalam perbuatan Bertolak dari istilah keilmuan yang sebagaimana sudah tertulis dan sudah kita ketahui bersama untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran IPS, untuk mengembangkan model pembelajaran IPS berbasis multikultural, untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran IPS berbasis multikultural terhadap minat dan motivasi belajar siswa.

Model pembelajaran IPS

Tujuan dan hasil yang sudah dikaji pada beberapa penelitian ini adalah model pembelajaran IPS berbasis multikultural dengan bantuan media CD interaktif. Dengan mengadopsi beberapa kebudayaan dan selanjutnya disesuaikan menurut situasi, studi eksplorasi untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang pelaksanaan pembelajaran IPS, pengembangan rancangan (desain) model pembelajaran IPS berbasis multikultural, validasi desain model, revisi desain model, pelaksanaan uji coba model disertai dengan melakukan pengamatan, analisis hasil uji coba model, perbaikan model pembelajaran IPS berbasis multikultural. Hasil penelitian dan analisis data dapat diketahui bahwa model pembelajaran IPS berbasis multikultural dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, dan model pembelajaran IPS berbasis multikultural berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Model pembelajaran IPS berbasis multikultural dengan bantuan CD interaktif perlu dikembangkan lebih lanjut karena dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran IPS pada jenjang sekolah menengah. Para guru seyogyanya dan berusaha mengembangkan model pembelajaran yang sesuai dengan materi, tujuan, maupun potensi peserta didik.

Interaksi yang inisiatif

Menumbuhkan interaksi yang inisiatif dengan orang atau kelompok yang mempunyai kompetensi dalam suatu kebudayaan.

Membahas inovasi pengajaran seni dalam pendidikan primer yaitu, inovasi Istilah inovasi, perubahan dan pembaharuan seringkali dipakai secara silih berganti untuk menjelaskan tentang inovasi. Berdasarkan studi Center for Educational research and Innovation tahun 1973 sudah didefinisikan bahwa menunjukkan sesuatu tindakan yang baru dalam organisasi dan kehidupan manusia. Dalam hal ini inovasi sebagai suatu usaha yang dilakukan secara sengaja untuk meningkatkan praktik dalam mencapai tujuan dan selanjutnya dinyatakan suatu pembaharuan adalah suatu inovasi dari suatu sistem dalam skala yang luas (Junius Mauegha,1982: 89). Ia menyoroti pola praktik pendidikan seni yang selama ini dilihatnya. Salah satunya yakni terlalu formalistik dan teoretikal, sementara mengabaikan komponen-komponen penting dalam berkreasi yaitu pengamatan empirik, rasa, dan imajinasi. Melihat permasalahan tersebut, perlu adanya suatu inovasi untuk pendidikan seni kepada anak-anak dengan mengenalkan keberagaman agar sejak awal peserta didik memiliki sikap apresiatif terhadap keberagaman. Mencapai hal itu, yang paling penting adalah komitmen guru.

Simulasi Guru

Guru tidak hanya menjelaskan teori saja namun juga perlu ada simulasi secara nyata. Jadi tidak hanya memperkuat kognitif peserta didik, namun juga mentransfer konsep beserta aplikasinya. membuat guru pusing, dan orang tua bingung sebenarnya disebabkan pola pembelajaran yang kurang inovatif. Inovasi bisa berupa media pembelajaran untuk menarik minat siswa terhadap mata pelajaran tertentu.

 

Riwayat singkat

1988 – sekarang : Karyawati BUMN

2007 – sekarang : Staf Pengajar SDI Riyadlul Mubtadiin Kedok Turen Malang

2018 – : Mahasiswa Pascasarjana Pendidikan IPS Universitas Kanjuruhan Malang

 

 Engelberthus Kukuh Widijatmoko adalah Dosen Pascasarjana Pendidikan IPS Universitas Kanjuruhan Malang, beliau aktif menulis Bunga Rampai yang sudah diterbitkan berisikan tulisan-tulisan manusia inovatif

Apa Reaksi Anda?

Komentar