Ini Faktor Tingginya Angka Perceraian di Jember

IMG-20190717-WA0008

Jember (beritajatim.com) – Angka kasus perceraian di kabupaten Jember tergolong tinggi. Pasalnya, terhitung sejak awal tahun Januari hingga Juni 2019 hingga akhir bulan lalu kasus perceraian yang masuk di data milik Pengadilan Agama (PA) Jember sebanyak 4056 kasus.

Tingginya angka kasus perceraian di Kabupaten Jember tersebut dilatar-belakangi oleh beberapa faktor.

Contohnya, faktor Ekonomi, perselisihan dan pertengkaran terus menerus, salah satu pihak meninggalkan pihak lainnya, zina, judi, poligami, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) hingga Murtad.

Kasus perceraian yang dilatarbelakangi faktor perselisihan dan pertengkaran terus menerus mencapai angka tertinggi. Rata-rata berkisar antara 200-400 kasus tiap bulan, sejak bulan Januari hingga Juni kemarin. Contohnya saja, dari 820 kasus perceraian pada bulan Januari, terhitung 427 kasus disebabkan oleh perselisihan dan pertengkaran berkelanjutan.

“Perceraian paling banyak memang disebabkan oleh konflik internal yang berkepanjangan antara suami dan istri, sampai akhirnya salah satu dari mereka menggugat cerai” tutur Drs. Anwar, S.H. selaku Humas (Hubungan Masyarakat) Pengadilan Agama Jember, Rabu (17/07/2019). (ihs/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar