Menggabungkan Ilmu Manajemen dan Gizi

Dosen Muda UNAIR Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Petemon

dosen unair

Sabtu, 2 November 2019, dosen muda Universitas Airlangga melakukan kegiatan inovasi pengabdian masyarakat di Kelurahan Petemon, Surabaya dengan tema “Mewujudkan Gizi Baik Keluarga Melalui Strategi Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga yang Efisien”.

Tema ini diangkat berdasarkan concerned issue yang dianalisis yaitu masih banyaknya ditemukan masalah gizi di wilayah perkotaan yang sejalan dengan jumlah penduduk miskin di wilayah Kota Surabaya yang mencapai 141ribu orang (4,88% berdasarkan BPS Kota Surabaya tahun 2018). Pencapaian gizi baik keluarga tentu erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan rumah tangga.

Kegiatan dimulai dengan melakukan games belanja, dimana masyarakat diminta untuk belanja bahan makanan hanya dengan uang Rp 10.000. Dari hasil ini, dapat dilihat bahwa beberapa masyakarat masih ada yang hanya belanja kelompok sayuran dan karbohidrat saja.

Padahal, kebutuhan akan protein terutama pada keluarga yang masih memiliki baduta masih sangat tinggi. Adanya games di awal kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan engagement dari masyarakat.

Setelah games, Qonita Rachmah, M.Sc(Nutr&Diet), salah satu staf dosen muda dari Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat menjelaskan tentang pentingnya gizi seimbang untuk keluarga terutama untuk bayi dan balita, pentingnya asupan protein hewani dan manfaat konsumsi ikan.

“Ikan dipilih sebagai salah satu sumber protein hewani karena harganya lebih terjangkau dibandingkan protein hewani lainnya serta memiliki kandungan lemak esensial yang baik untuk perkembangan otak anak. Selain itu, penjelasan tentang pentingnya ASI ekskulif dan pemberian MPASI yang tepat juga diberikan sebagai upaya pencegahan masalah gizi pada anak,” kata Qonita, Jumat (15/11/2019)..

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dan diskusi terkait dengan perencanaan keuangan keluarga oleh staf dosen muda dari Fakultas Vokasi, Moh. Darus Salam, S.E., M.B.A dan Erindah Dimisyqiyani, S.AB., M.A.B.

Kedua narasumber memberikan contoh bagaimana mengatur keuangan keluarga dengan penghasilan terbatas, pembatasan cicilan, membuat prioritas pengeluaran, dsb.

Pada intinya, membuat pembagian pengeluaran sejak menerima gaji perlu dilakukan untuk mencegah adanya pengeluaran yang tidak terlalu dibutuhkan.

Kemudian penitikberatan pada pengeluaran untuk pangan sebesar 50% dari pengeluaran total juga disampaikan agar ibu-ibu semakin aware bahwa pengeluaran untuk pangan lebih utama dibandingkan pengeluaran untuk urusan lainnya.

Kegiatan diikuti oleh sekitar 25 – 30 ibu rumah tangga dan kader posyandu. Peserta terlihat sangat senang dan antusias dengan adanya kegiatan ini, dilihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk  serta antusiasme mereka sejak awal hingga akhir kegiatan.

Kegiatan berdurasi kurang lebih 2 jam ini diharapkan dapat dilanjutkan agar masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik dan program yang diajarkan dapat terinternalisasi dalam kehidupan mereka.[ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar