Batu Smart City, Terobosan Cerdas di Era Digital

IMG-20190719-WA0008
Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jumat (19/7/2019)

Batu (beritajatim.com) – Menurut situs smartcity.org, Kota Pintar (Smart City) adalah sebuah kota yang dapat mengetahui keadaan kota di dalamnya, memahami keadaan tersebut lebih jauh dan melakukan aksi terhadap permasalahan yang ada.

Tujuan dari adanya program Smart City adalah untuk membentuk suatu kota yang aman, nyaman bagi warganya serta memperkuat daya saing Kota dalam hal perekonomian.

Atau dengan kata lain tujuan dari Smart City adalah untuk menunjang kota di dalam dimensi sosial (keamanan), ekonomi (daya saing) dan lingkungan (kenyamanan).

“Program Batu Smart City, mengacu pada Rencana Pembangunan Jarak Menengah Daerah (RPJMD) 2017 – 2022. Ada beberapa program yang harus kita lakukan dalam rangka percepatan pelayanan kepada masyarakat melalui teknologi digitalisasi, salah satunya yaitu Batu Smart City”, ujar Tutri, Kepala Seksi Jaringan Infrastruktur TIK, Jumat (19/7/2019).

Tidak hanya sebuah program dengan banyak angan-angan dan harapan, namun hal itu sekaligus dibuktikan dengan dibuatnya aplikasi Batu Among Tani Teknologi (BATT). Ada tiga aplikasi didalamnya yaitu, Among Kota, Among Tani, dan Among Warga.

Aplikasi Among Kota ditujukan untuk wisatawan-wisatawan yang ada dan akan berkunjung ke Kota Batu, dimana didalamnya berisi tempat pariwisata dan segala event yang ada di Kota Batu. Didalam aplikasi ini juga dilengkapi dengan GPS dan Google Maps untuk mempermudah wisatawan untuk menemukan lokasi wisata yang dituju.

Aplikasi Among Tani ditujukan untuk masyarakat tani di Kota Batu, dimana didalamnya berisi terkait masalah pertanian seperti lahan pertanian yang diserbu dengan hama. Tidak hanya pengaduan terkait masalah pertanian, dalam aplikasi ini juga terdapat segala sumber daya alam (SDA) yang ada di Kota Batu. Dimana SDA tersebut bisa diperjual belikan langsung dari petani kepada para konsumen.

Aplikasi Among Warga, ditujukan untuk seluruh masyarakat Kota Batu, dimana bertujuan untuk pengaduan masyarakat kepada pemerintah terkait permasalahan yang ada di lingkungan Kota Batu, seperti masalah kemacetan, jalan berlubang, pohon tumbang, dan lain sebagainya.

“Saat ini sudah hampir seluruh masyarakat sudah mengetahui tentang aplikasi ini, namun kita masih perlu melakukan sosialisasi-sosialisasi lagi kepada masyarakat, karena aplikasi ini sekarang sudah ada di play store dan bisa kita download di mobile phone kita”, ungkapnya.

Program ini sudah mulai dijalankan sejak tahun 2017. Namun untuk aplikasinya mulai efektif dijalankan sejak awal tahun 2018.

“Semua laporan dari masyarakat yang masuk dalam aplikasi tersebut kita tampung disini, kita verifikasi terlebih dahulu, kemudian kita sampaikan pada Dinas teknis terkait, sesuai dengan isi dari pengaduan masyarakat itu, setelah itu baru ditindak lanjuti oleh Dinas-dinas terkait tersebut”, terangnya.

“Harapan kami, semua masyarakat Kota Batu bisa menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut secara optimal, sehingga nanti bisa membantu menyelesaikan segala permasalahan-permasalahan yang ada di Kota Batu. Disamping itu kami juga mengharapkan dengan adanya aplikasi ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat Batu”, pungkasnya.(ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar