Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Pemkab Ponorogo Rencana Bangun Tiga RS Baru

Jum'at, 07 Desember 2018 17:43:24 WIB
Reporter : D. Istimora
Pemkab Ponorogo Rencana Bangun Tiga RS Baru

Ponorogo (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Ponorogo berencana membangun tiga rumah sakit baru di 2020 mendatang. Keempatnya direncanakan berada di tiga penjuru mata angin di wilayah-wilayah yang selama ini cukup jauh dari tengah kota Ponorogo.

“Rencananya mulai 2020 kita akan bangun tiga rumah sakit tipe C. Pada 2019 itu sudah kita siapkan anggaran untuk DED (Detailed Engineering Design/gambar kerja perencanaan) untuk itu. Besaran dana untuk DED iniberkisar Rp 400 juta sampai Rp 600 juta,” ungkap Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Jumat (7/12/2018) usai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN)  ke-54 di Aloon-Aloon Ponorogo.

Untuk di sebelah selatan lokasinya adalah di Kecamatan Ngrayun. Sedangkan di timur rencananya di daerah Kecamatan Pulung. Satu titik lagi di barat masih dalam pertimbangan. “Yang jelas direncanakan dulu, lahannya nanti dicari. Kan kita punya banyak lahan itu di daerah-daerah,” ungkapnya.

Ipong mengaku belum bisa memperkirakan jumlah dana yang diperlukan untuk membangun ketiga rumah sakit tersebut. Sebab, pembangunan ini adalah benar-benar membuat gedung baru dan bukan mengubah puskesmas yang sudah ada dan meningkatkannya menjadi rumah sakit.

“Nggak, kita nggak ngubah puskesmas. Kita akan bangun baru. Kita sudah anggarkan untuk DED dan nanti dananya (untuk pembangunan) akan saya mintakan ke pusat,” ungkapnya.

Ipong menampik anggapan bahwa pembangunan rumah sakit ini adalah upaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD. Sebab, rumah sakit adalah lembaga pelayanan dan bukan merupakan lembaga usaha atau bisnis milik pemerintah.

“Ya bukan untuk cari uang lah. Beda dengan PDAM atau PD Sari Gunung, itu memang usahanya Pemkab (Ponorogo). Kita pun tidak mungkin meminta rumah sakit untuk untung. Apa mau kita minta warga ramai-ramai sakit, wong kita ini ingin semua warganya sehat,” pungkasnya sambil berkelakar. [dil/but]

Komentar

?>