Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Gerakan Anti Korupsi Harus Dimulai dari Partai Politik

Jum'at, 07 Desember 2018 13:02:34 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Gerakan Anti Korupsi Harus Dimulai dari Partai Politik

Surabaya (beritajatim.com) - Banyaknya praktek tindakan korupsi di Indonesia khusus di kalangan legislatif menjadi sorotan banyak pihak.

Pada peringatan Hari Anti Korupsi sedunia yang diperingati hari ini, Selasa (4/12/2018), calon legislatif DPRD Kota Surabaya dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Reni Astuti mengatakan, pencegahan korupsi dan pendidikan politik menjadi tonggak utama memerangi korupsi.

Hal itu, menurut Reni Astuti, perannya sangat besar dipegang oleh partai politik, terutama sejak awal mula perekrutan calon legslatif.

"Kalau kita bicara tentang pencegahan korupsi di jabatan politik khusunsya di kalangan legislatif, maka menurut saya, parpol sebagai penyusung caleg dan pemilik kader punya peran dan pengaruh besar dalam upaya pencegahan korupsi," katanya.

Pertama dalam rekrutmen calon legislatif, partai politik punya peran strategis untuk mewajibkan calon legislatifnya untuk mengikuti program yang dimiliki parpol dalam geraknya mengawal anti korupsi.

"Parpol juga bisa mewajibkan calegnya mengikuti pembekalan caleg yang juga dalam forum itu disampaikan aturan perundangan yang mengatur tentang hak, tugas, dan kewajiban seorang legislatif," ujar Reni Astuti.

"Jika itu tersampaikan dan ada kesadaran dari personal politisi itu, maka korupsi saat menjabat di DPRD atau DPR RI tidak akan terjadi," sambung dia.

Tidak hanya itu, Reni yang merupakan caleg dari dapil 4 Kota Surabaya yang meliputi Gayungan, Jambangan, Sawahan Suko Manunggal, Wonokromo ini mengatakan, saat menjabat sebagai anggota dewan di pengangkatan ada yang namanya sumpah jabatan.

Di proses itu para anggota dewan bersumpah untuk setia pada Pancasila, Undang Undang, melakukan penegakan demokrasi, dan mementingkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta memperjuangkan aspirasi rakyat.

Dengan modal melaksanakan sumpah itu saja, dan kesadaran dari anggota legislatif menurut Reni tidak akan terjadi tindakan korupsi di kalangan legislatif.

"Dan yang juga menurup saya penting adalah perlunya edukasi ke pemilih tentang bhaya money politics. Ini harus terbangun juga agar menghilangkan budaya korupsi mulai dari potensinya yaitu money politik," kata wanita yang kini duduk di Komisi C DPRD Kota Surabaya ini.

"Caleg jangan mengambil cara praktis untuk mendapatkan jabatan, karena jika cara mendapatkannya dengan curang, maka menjaga dan mepertahankan jabatannya juga akan pakai cara yang curang," imbuhnya.

Banyak cara curang yang kemungkinan digunakan, mulai money politik, mencuri suara, atau dengan jual beli suara. Tindakan curang itu akan membuka ruang untuk tindakan korupsi.

"Lalu bagaimana caleg bisa kampanye yang sehat? Ya harud dengan interaksi, komunikasi yang intes dengan calon pemilih, itu juga yang saya lakukan," ucap dia.

"Dan saya selalu sampaikan saya siap saat sudah jadi legislatif, siap untuk dikontak, siap untuk didatangi, dan siap untuk memperjuangkan apa yang menjadinaspirasi rakyat," pungkasnya.[ifw/ted]

Tag : korupsi

Komentar

?>