Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Bupati Ponorogo Klaim Postur APBD 2019 Paling Ideal

Rabu, 21 Nopember 2018 22:28:49 WIB
Reporter : D. Istimora
Bupati Ponorogo Klaim Postur APBD 2019 Paling Ideal

Ponorogo (beritajatim.com) – Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengklaim, APBD 2019 yang disahkan pada Rabu (21/11/2018) adalah yang paling ideal sejauh ini. Pada APBD Ponorogo tahun depan, angka belanja pembangunan sudah bisa lebih besar dibanding angka belanja rutinnya.

"APBD 2019 ini menurut saya posturnya sangat bagus. Belanja rutin yang berkutat pada aparat (Pemkab Ponorogo) adalah 44,2 persen. Sedangkan untuk belanja pembangunan yang menyentuh langsung ke masyarakat sudah menjadi 54,8 persen," ungkap Ipong usai penandatanganan pengesahan Raperda APBD 2019 dalam Rapat Paripurna DPRD Ponorogo dengan agenda Pengambilan Keputusan Raperda APBD 2019, di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Ponorogo.

Ipong menyebut, dengan prosentase ini, berarti sebagian besar APBD adalah untuk rakyat. Di 2019, banyak program yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat Ponorogo. Apalagi, ada tiga sektor utama yang secara prosentase berada di atas mandatory spending atau belanja diamanatkan oleh undang-undang.

Ketiga sektor itu adalah belanja bidang infrastruktur yang mencapai 28 persen, belanja bidang pendidikan sebesar 33,86 persen dan belanjang bidang kesehatan yang mencapai 15 persen.

Di bidang infrastruktur akan banyak pembangunan jalan terutama pada jalan kolektor sekunder atau jalan jarak sedang yang menghubungkan perdesaan ke perkotaan. "Ini untuk terus meningkatkan jumlah jalan baik yang saat ini sudah mencapai 81 persen. Di 2015, jalan baik kita ada 71 persen. Meningkat 10 persen itu sudah sangat bagus. Biasanya, sini dibangun, sana rusak sehingga jalan baik jumlahnya juga tidak brtambah," ujarnya.

 "DI bidang pendidikan, Pemkab salah satunya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan kepada para GTT dan PTT yang dalam APBD mencapai mencapai Rp 11 miliar. Yaitu berupa tunjangan untuk mereka 2.706 GTT/PTT dengan besaran Rp 250 ribu per orang per bulan selama 13 kali di 2019 nanti," tambahnya.

Untuk kesehatan, banyak sekali program yang akan dilaksanakan. Selain melaksanakan berbagai kegiatan seperti posyandu lansia yang jumlahnya 721 buah, ada pula rencana untuk membentuk tiga rumah sakit tipe C.

"Kita akan adakan rumah sakit itu di daerah Pulung (timur), Ngrayun (selatan) dan satu lagi di sebelah barat. Saya sudah minta Dinas Perkim untuk menyusun anggarannya untuk DAK di tahun 2020. Keberadaan rumah sakit tipe C ini merupakan bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dan bukti bahwa pemkab Ponorogo juga memiliki bisnis yang akan membantu bagi jalannya APBD," ulas Ipong.

Meski begitu, postur yang menurutnya sudah bagus pada tahun ini sudah mentok. Belanja rutin diperkirakan sudah tidak bisa ditekan lagi sampai menyentuh angka 43 persen. Apalagi, di 2020 atau 2021 nanti akan ada pemberian tunjangan kinerja (tukin) bagi PNS sehingga belanja rutin tentu akan mengembang.

"Yang jelas dari 2015 dan 2016, kondisi ini sudah berbalik. Dulu APBD lebih banyak untuk belanja rutin sekarang sudah tidak lagi," pungkasnya.

Pada APBD 2019 Ponorogo, dari sisi pendapatan besarnya adalah Rp 2.306.442.532.000 sedangkan dari sisi belanja mencapai Rp 2.335.659.187.297. Terdapat defisit anggaran sekitar Rp 29 miliar, yang artinya akan ada sejumlah kegiatan yang tidak akan berjalan. [dil/suf]

Komentar

?>