Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Ketika Menkominfo Terpukau Karya Difabel Surabaya

Kamis, 15 Nopember 2018 15:15:44 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Ketika Menkominfo Terpukau Karya Difabel Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) - Sebelum menjadi pembicara dalam ajang Innocreativation hari ke dua, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara sempat melakukan pertemuan dengan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, bertempat di Grand City Convex, Kamis, (15/11/2018).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Risma memberikan sebuah cinderamata berupa lukisan wajah Menkominfo, hasil karya anak ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) binaan UPTD Liponsos Kalijudan Surabaya. "Ini pak hasil karya dari anak ABK di UPTD Liponsos Kalijudan," kata Wali Kota Risma.

Mendapat lukisan itu, Rudiantara pun merasa tertarik dan ingin bertemu dengan anak ABK tersebut. Hingga kemudian, Wali Kota Risma memanggil anak ABK itu untuk bertemu dengannya. Tidak berselang lama, Septiyan anak ABK pun datang untuk diajak berbincang-bincang dengan mereka.

Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser mengatakan sebelum menjadi keynote speaker dalam ajang Innocreativation, Menkominfo sempat bertemu dengan Wali Kota Risma. Saat itu, wali kota perempuan pertama di Surabaya itu, memberikan cinderamata berupa lukisan kepada Rudiantara. “Pak Menkominfo tertarik dan senang mendapat lukisan itu,” kata Fikser.

Bahkan, menurut Fikser, Rudiantara juga ingin bertemu dengan anak ABK pembuat lukisan tersebut. Sehingga kemudian Wali Kota Risma memanggil anak ABK itu untuk bertemu dengan Rudiantara. “Beliau merasa senang dan bangga bisa mendapat lukisan tersebut. Dan ingin bertemu dengan anak ABK itu,” terangnya.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha UPTD Liponsos Kalijudan Surabaya Naniek Winarsih mengatakan UPTD Kalijudan memang digunakan untuk menampung anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Di tempat ini, mereka dibina dan diajarkan berbagai macam kegiatan, seperti pembuatan handycraft, musik, menari hingga seni lukis.

“Biasanya anak-anak itu didampingi tutor, bikinnya lukisan habis maghrib sampai malam,” kata Naniek saat mendampingi Septiyan anak ABK binaan UPTD Liponsos Kalijudan.

Naniek mengungkapkan adik Septiyan memang berbakat di dunia seni lukis. Bahkan, untuk mengasah dan mengembangkan bakatnya, pihaknya telah menyediakan tutor pendamping untuk mengajari anak-anak ABK tersebut. “Iya adik Septiyan memang bakat di lukisan, dia biasanya didampingi oleh tutor,” jelasnya.

Setelah menjadi pembicara dalam ajang Innocreativation, kemudian Menkominfo diajak oleh Wali Kota Risma untuk mengunjungi beberapa tempat pelayanan publik di Surabaya. Seperti Koridor Co-Working Space dan Command Center 112 Siola. [ifw/kun]

Komentar

?>