Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Jadi Pemersatu Kiai Jatim, Gus Ipul Doakan Khofifah

Senin, 12 Nopember 2018 07:41:43 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Jadi Pemersatu Kiai Jatim, Gus Ipul Doakan Khofifah

Surabaya (beritajatim.com) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) pada awal tahun depan akan mengakhiri jabatannya. Namun, para kiai sepuh di Jatim berharap dia tetap mau 'ngopeni' dan menjadi simpul pemersatu para kiai di wilayah ini.

Harapan itu terungkap saat ia menghadiri acara Haul KH Munif Djazuli di Pondok Pesantren Queen Alfalah, Ploso, Kediri. Dalam acara yang diikuti ribuan santri dan alumni itu para kiai sepuh juga hadir. Terutama para kiai pimpinan Ponpes Alfalah, Ploso.

Tampak KH Zainuddin Djazuli, KH Nurul Huda Djazuli, KH Fuad Djazuli dan Nyai Badriyah Djazuli. Juga tampak para kiai kenamaan alumni Ponpes Alfalah dari berbagai daerah di Jatim dan Jateng. Gus Ipul hadir dan diminta untuk memberikan sambutan.

Ketua PBNU ini menyampaikan tentang peran kiai dan pentingnya mengingat serta meneladani kepemimpinan para kiai melalui haul seperti ini. Apalagi dalam situasi banyaknya tokoh yang secara instan ditokohkan padahal ilmu agamanya tidak tidak mendalam dan patut diteladani seperti para kiai di pesantren.

Yang menarik, Gus Ipul sempat menyinggung tentang Gubernur Jatim yang akan datang. Dia meminta kepada semua yang hadir bersedia mendukung dan mendoakan gubernur terpilih yang memimpin Jatim lima tahun mendatang.

"Mari kita doakan bersama semoga yang memimpin kita di Jatim ke depan diberi kekuatan. Sebab, tantangan yang dihadapi provinsi ini tidaklah ringan. Karena itu, mari kita dukung dan doakan agar bisa memajukan Jatim dan mensejahterakan kita semua," katanya.

Kiai Nurul Huda yang memberi sambutan setelah Gus Ipul mengamini apa yang diminta cucu salah satu pendiri NU, KH Bisri Syansuri ini. Namun, ia juga meminta kepada Gus Ipul untuk tetap menjadi pemersatu para kiai meski belum terpilih menjadi Gubernur Jatim.

"Masya Allah, selama ini Gus Ipul merupakan pejabat yang sangat dekat dengan para kiai. Perannya sangat besat dalam menyatukan para kiai, sehingga tetap guyub dan selalu bersama dalam bersikap. Saya minta Gus Ipul tetap menjadi simpul pemersatu kami," pungkas Kiai Nurul Huda sambil terisak. [tok/suf]

Komentar

?>