Senin, 19 Nopember 2018

Kebocoran Aliran Air PDAM Jadi Perhatian Walikota Malang

Jum'at, 09 Nopember 2018 22:24:11 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Kebocoran Aliran Air PDAM Jadi Perhatian Walikota Malang

Malang (beritajatim.com) - Walikota Malang Sutiaji mengatakan, tingkat kebocoran PDAM Kota Malang menjadi perhatian serius. Menurutnya, optimalisasi penjualan air PDAM baru 63 persen yang bisa dioptimalkan.

"Hitung-hitungan, harusnya prosentase kehilangan air atau air yang tidak terproduksi berkisar di angka 37 persen. Tapi laporan yang masuk ke saya, angka kebocoran hanya 19 persen," kata Sutiaji, Jumat, (9/11/2018).

Sutiaji bertemu dengan Plt. Direktur Utama PDAM Kota Malang, Anita Sari. Menurutnya, pertemuan itu membahas seputar kalkulasi hitungan kebocoran PDAM. Ia ingin mengetahui daerah mana saja di Kota Malang yang menjadi tempat paling rawan kebocoran.

"Dengan tidak bisa menghitung angka absolut loss air di luar kebocoran teknis, menunjukkan bahwa mekanisme SOP atau sistem kendali internal belum optimal," ucap Sutiaji.

Anita Sari menyebut, angka 19 persen kebocoran yang dilaporkan ke Pemkot Malang, murni teknis bocor pada pipa saluran. Adapun selebihnya bersifat loss karena penggunaannya bersifat CSR.

"Atau disebut pada hidran atau pun penggunaan air non meter. Selanjutnya, PDAM melakukan trial pemasangan alat Noise Logger Corelator (NLC)," ujar Anita.

Anita mengatakan, NLC dipasang pada sambungan pipa PDAM yang terhubung dengan Command Centre PDAM. Alat akan mendeteksi suara aliran air yang bocor, sehingga dapat diketahui titik kebocoran air.

"Masa trial baru berjalan 2 hari, alat masih terpasang pada 10 titik di kawasan Sumber Waras (sekitar makam Samaan). Berapa lama masa trial, diperkiran antara 1 hingga 2 bulan. Jika efektif dan akurat, maka akan dilakukan pemasangan secara masif di 2019," tandasnya. [luc/suf]

Tag : pdam

Komentar

?>