Kamis, 15 Nopember 2018

Tudingan Habib Rizieq Korban Operasi Intelejen Hanya Delusi

Kamis, 08 Nopember 2018 20:43:18 WIB
Reporter : Hendra Brata
Tudingan Habib Rizieq Korban Operasi Intelejen Hanya Delusi
Anggota Komisi I DPR RI Arwani Tomafi

Jakarta (beritajatim.com) - Anggota Komisi I DPR RI Arwani Tomafi menyesalkan spekulasi, halusinasi, delusi serta syak wasangka (suudzon) yang dikonstruksi oleh sejumlah pihak atas peristiwa yang menimpa Habib Rizieq Shihab (HRS) di Mekah. Hal ini menyusul pernyataan yang menyebutkan ada operasi intelejen dalam kasus yang menimpa HRS.

"Ini merupakan pernyataan fatal yang tak berdasar disampaikan," kata Wakil Ketua Umum Partai Pesatuan Pembangunan (PPP) ini, Kamis (8/11/2018).

Seperti diketahui, otoritas keamanan Kerajaan Arab Saudi (KSA) melakukan penyelidikan terhadap HRS terkait bendera yang teridentifikasi berafiliasi ekstremisme. Menurut Arwani, spekulasi tersebut justru membuat kegaduhan baru di Tanah Air. Sikap saling curiga menjadi muncul di antara anak bangsa.

Dia berpendapat, relasi RI dan KSA telah berjalan cukup lama dan dalam perkembangan mutakhir makin menunjukkan harmoni dan saling menghormati satu dengan lainnya. Janganlah dirusak oleh penyataan yang hanya berpijak pada halusinasi yang tak mendasar.

Padahal sejatinya, lanjut Ketua Fraksi PPP MPR ini, dalam kasus HRS, pemerintah Indonesia melalui Kemlu dan Kedutaan Besar Indonesia di KSA aktif melakukan pemantauan dan pendampingan atas peristiwa yang menimpa HRS. Langkah Menlu dan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi dalam kasus HRS ini sudah tepat, karena melindungi warga negara Indonesia termasuk HRS.

Arwani mengingatkan, peristiwa yang dialami HRS terjadi di Mekah, Arab Saudi, bukan di Tanah Air. Baiknya, semua pihak menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas keamanan di KSA atas masalah tersebut. Pemerintah KSA memiliki kedaulatan yang mandiri untuk menuntaskan masalah tersebut.

"Semakin kita berspekulasi dan berhalusinasi justru semakin membuka ruang penghinaan kepada kedaulatan KSA," tegas Arwani. [hen/suf]

Komentar

?>