Kamis, 15 Nopember 2018

Proyek Revitalisasi Alun-Alun Kota Gresik Amburadul

Kamis, 08 Nopember 2018 20:30:00 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Proyek Revitalisasi Alun-Alun Kota Gresik Amburadul

Gresik (beritajatim.com)- Proyek revitalisasi Alun-Alun Kota Gresik terkesan amburadul. Betapa tidak, saat dilakukan inspeksi mendadak (Sidak) oleh Bupati Sambari Halim Radianto, banyak pengerjaan yang tidak rapi. Bahkan, terancam tidak selesai tepat waktu.

Akibat dua permasalah tersebut, komisi III DPRD Gresik memanggil kontraktor proyek beserta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Gresik.

Saat hearing dengan Komisi III, Kepala Dinas DPU-TR Gunawan Setiadji menegaskan bahwa pihak kontraktor wajib melaporkan progres pengerjaan secara berkala. Dalam sepekan, harus ada kemajuan pembangunan fisik.

Selain itu, sudah dibahas dalam rapat pembuktian atau show cause meeting (SCM). Pada berita acara SCM tahap I, prosentase progres pengerjaan yang harus dicapai sebesar 5,6 persen. Namun, kontraktor dinilai gagal mencapai target. Karena itu, diterbitkan SCM tahap II.

"Kita beri kesempatan sampai 7 hari. Kita lihat saja nanti hingga 14 November 2018," kata Gunawan, Kamis (8/11/2018).

Gunawan menambahkan, jika sampai 4 progres pengerjaan tidak sampai 5,6 persen, akan diterbitkan SCM tahap III. Itu sekligus peringatan terakhir.

"Kalau sampai SCM tiga progresnya tidak sampai 5,6 persen kita putus kontrak sekaligus menunjuk pihak lain untuk menyelesaikan," tegasnya.

Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana menilai pihak kontraktor tidak profesional. Sebab, masih banyak kekurangan dalam proses pengerjaan proyek revitalisasi alun-alun.

"Oktober 2018 lalu, Komisi III sempat melakukan evaluasi. Sebab, desain perencanaan berubah-ubah. Bahkan, realisasinya masih 68 persen sampai disidak bupati kemarin. Padahal, waktu yang tersisa kurang dari dua bulan. Kesalahan bukan pada DPU-TR-nya tapi kontraktornya yang tidak profesional," pungkasnya. [dny/suf]

Komentar

?>