Senin, 19 Nopember 2018

PPP: Tudingan Operasi Intelijen RI Terhadap HRS di Mekah Tidak Berdasar

Kamis, 08 Nopember 2018 17:40:37 WIB
Reporter : Teddy Ardianto Hendrawan
PPP: Tudingan Operasi Intelijen RI Terhadap HRS di Mekah Tidak Berdasar
Imam Besar FPI Habib Rizieq, Foto:dok

Jakarta (beritajatim.com) - Arwani Thomafi Anggota Komisi I DPR menyesalkan spekulasi, halusinasi, delusi serta syak wasangka (suudzon) yang dikonstruksi oleh sejumlah pihak atas peristiwa yang menimpa Habib Riziek Shihab (HRS) di Mekah.

"Kami mencermati perkembangan terkini paska penyelidikan terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS) terkait bendera yang teridentifikasi berafiliasi ekstremisme oleh otoritas keamanan Kerajaan Arab Saudi (KSA), memunculkan spekulasi, halusinasi, delusi  dan syak wasangka (suudzhon) atas perstiwa tersebut dikaitkan dengan pemerintah Indonesia oleh sebagian pihak di Tanah Air," kata Arwani Thomafi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi beritajatim.com, Kamis (8/11/2018).

Ketua Fraksi PPP ini menyesalkan spekulasi, halusinasi, delusi serta syak wasangka (suudzon) yang dikonstruksi oleh sejumlah pihak atas peristiwa yang menimpa HRS di Mekah. Spekulasi tersebut justru membuat kegaduhan baru di Tanah Air.

"Sikap saling curiga menjadi muncul di antara anak bangsa. Seperti pernyataan yang menyebutkan ada operasi intelejen dalam kasus yang menimpa HRS, ini merupakan pernyataan fatal yang tak berdasar disampaikan," kata Arwani.

Menurutnya relasi RI dan KSA telah berjalan cukup lama dan dalam perkembangan mutakhir makin menunjukkan harmoni dan saling menghormati satu dengan lainnya. Janganlah dirusak oleh penyataan yang hanya berpijak pada halusinasi yang tak mendasar.

Padahal, sejatinya, dalam kasus HRS, pemerintah Indonesia melalui Kemlu dan Kedutaan Besar Indonesia di KSA aktif melakukan pemantauan dan pendampingan atas peristiwa yang menimpa HRS. Langkah Menlu dan Dubes Indonesia untuk Arab Saudi dalam kasus HRS ini sudah tepat, karena melindungi warga negara Indonesia termasuk HRS.

Peristiwa yang dialami HRS terjadi di Mekah, Arab Saudi, bukan di Tanah Air. Baiknya, kita menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas keamanan di KSA atas masalah tersebut. Pemerintah KSA memiliki kedaulatan yang mandiri untuk menuntaskan masalah tersebut. Semakin kita berspekulasi dan berhalusinasi justru semakin membuka ruang penghinaan kepada kedaulatan KSA.[ted]

Komentar

?>