Kamis, 15 Nopember 2018

LSI Sebut Demokrat Raup 3,6 Persen, Ini Kata Pakde Karwo

Kamis, 08 Nopember 2018 13:15:21 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
LSI Sebut Demokrat Raup 3,6 Persen, Ini Kata Pakde Karwo

Surabaya (beritajatim.com)--Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Jatim Soekarwo mengatakan bahwa hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terkait perilaku pemilih di Jawa Timur terhadap partai-partai peserta pemilu 2019 dinilai tidak sepenuhnya benar.

Alasannya, survei LSI itu hanya mengandalkan suara partai, bukan pada figur caleg partai.

LSI yang dipimpin Denny JA baru saja merilis hasil survei perilaku pemilih di Jawa Timur untuk pemilu 2019 mendatang.

Hasil survei yang melibatkan 600 responden dilaksanakan pada 4-14 Oktober 2018 itu menempatkan PKB sebagai partai urutan pertama yang akan mendulang suara terbanyak jika pemilu dilakukan saat ini dengan perolehan 21,7 persen.

Di urutan kedua ditempati PDI Perjuangan dengan 21 persen, ketiga Partai Golkar dengan perolehan 5,2 persen, keempat Partai Gerindra dengan 4,6 persen dan kelima Partai Demokrat dengan perolehan 3,6 persen.

Kemudian papan tengah ada kejutan karena Partai Perindo yang menyandang parpol baru menempati peringkat keenam dengan perolehan 1,7 persen, disusul PPP dengan 1,7 persen dan PAN dengan 1,4 persen.

Sebaliknya Partai NasDem yang cukup menggelegar suaranya di Jatim, ternyata hasil survey LSI menempatkan partai besutan Surya Paloh di urutan kesembilan dengan perolehan 0,8 persen.

Disusul PKS dengan 0,7 persen, PBB 0,3 persen, PSI 0,3 persen, Hanura 0,2 persen, serta Partai Berkarya, Partai Garuda dan PKPI masing-masing mendapat perolehan 0 persen.

"Daerah pemilihan di Jatim itu memiliki karakter yang berbeda-beda. Kalau di Dapil 7 meliputi Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, Magetan dan Ngawi pemilih yang mencoblos partai kisaran 30-40 persen, tapi di Dapil 11 Madura justru yang mencoblos partai kisaran 3,5-10 persen saja, karena lebih banyak yang mencoblos caleg," kata Pakde Karwo.

Menurut Pakde Karwo, survei LSI itu benar adanya jika untuk suara partai. Artinya, suara partai besar itu mungkin betul.

"Tapi suara partai kecil, belum tentu kecil juga hasil kursinya. Sebab terkadang ketokohan caleg lebih besar dari partai di dapil tertentu, sehingga suara total partai tetap besar," tegasnya.

Strategi parpol untuk mendongkrak suara partai dan menambah peroleh kursi legislatif, lanjut Pakde Karwo, juga kerap melakukan transfer kader untuk maju menjadi caleg.

"Untuk antisipasi itu, kami terus melakukan rapat setiap dua minggu sekali dan mendorong caleg Partai Demokrat untuk meet to people supaya bisa dikenal pemilih," tukas anggota Majelis Tinggi DPP PD ini.

Bendahara DPW PAN Jatim, Agus Maimun juga mengaku kaget dengan hasil survei LSI tersebut. Terlebih menempatkan PAN di bawah partai baru Perindo. Padahal, kondisi riil masyarakat Jatim berdasarkan ormas keagamaan yang terbesar setelah NU adalah Muhammadiyah.

"Kalau PKB besar di Jatim itu wajar, sebab mayoritas warga NU cenderung afiliasi politiknya ke PKB. Sedangkan warga Muhammadiyah afiliasi politiknya ke PAN. Sehingga kalau PAN di bawah Perindo, itu saya kira kurang masuk di akal, karena ormas keagamaan terbesar kedua di Jatim adalah Muhammadiyah," pungkasnya. [tok/air]

Tag : Pileg 2019

Komentar

?>