Minggu, 18 Nopember 2018

Nining W: Ulama dan Santri Jaga Keteguhan Akhlak dan Moral Bangsa

Selasa, 23 Oktober 2018 22:22:51 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Nining W: Ulama dan Santri Jaga Keteguhan Akhlak dan Moral Bangsa

Surabaya (beritajatim.com)--Model pendidikan pondok pesantren yang saat ini sudah mampu mengikuti perkembangan kajian keilmuan dan tetap menjaga kaidah-kaidah ke- Islam-an secara istiqomah, tentunya menjadi modal besar yang dibutuhkan oleh generasi penerus bangsa dalam konteks kekinian maupun masa depan.

Sebab, di era globalisasi dan pasar bebas seperti sekarang, Indonesia sangat membutuhkan peranan ulama dan santri agar akselerasi pembangunan tak kehilangan nilai- nilai spiritual dan akhlakul karimah sebagai pijakan dasarnya.

Demikian penegasan yang disampaikan Nining Windarti, caleg DPRD Provinsi Jawa Timur dari Dapil IV (Kabupaten Situbondo, Bondowoso, dan Banyuwangi) dari Partai NasDem di Surabaya, Selasa (23/10/2018).

"Bangsa ini masih membutuhkan peranan ulama dan santri. Jika pada zaman penjajahan, ulama dan santri bertaruh nyawa untuk berjihad menjaga Indonesia dari rongrongan penjajah, saat ini Indonesia membutuhkan santri dan ulama untuk menjaga dari ancaman penjajahan moral," ingatnya.

Hari Santri Nasional (HSN) ditetapkan berdasar Keppres Nomor 22/2015, yang diteken Presiden Joko Widodo. Dengan kebijakan ini, peranan ulama dan santri mulai diapresiasi dalam proses sejarah perjuangan membela Tanah Air.

Nining mengutarakan, HSN tentu memberikan semangat dan energi besar bagi ulama dan santri dalam berperan aktif menjaga keutuhan dan kedamaian NKRI. "Peranan ulama dan santri tak bisa dipandang sebelah mata," ingatnya.

Terlebih-lebih di era globalisasi, menurut Nining, ulama dan santri yang mampu menjaga keteguhan moral dan akhlak bangsa dalam menghadapi perkembangan zaman yang makin individualistis dan materialistik.

"Ulama dan santri dengan lembaga pendidikannya, pondok pesantren, jadi benteng moral bangsa," ujarnya.

Selain itu, dalam konteks penguatan pembangunan kualitas SDM, katanya, yang dibutuhkan bukan sekadar penguatan intelektual semata, namun juga landasan agama untuk menjaga moral dan akhlak mulia.

"Dalam konteks ini para santri telah mendapatkan asupan pengetahuan agama secara memadai selama menjalani pendidikannya di pondok," tandas Nining. [air]

Komentar

?>