Kamis, 22 Nopember 2018

Survei LSI: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Cenderung Naik

Selasa, 23 Oktober 2018 22:34:49 WIB
Reporter : Hendra Brata
Survei LSI: Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Cenderung Naik

Jakarta (beritajatim.com) - Survei Indonesia Denny JA (LSI Denny JA) terbaru (10-19 Oktober 2018) menunjukan bahwa saat ini pasangan Jokowi-Ma’ruf masih unggul telak dibandingkan dengan pasangan Prabowo-Sandi. Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf saat ini sebesar 57,7 %, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 28,6 %. Adapun pemilih yang belum menentukan pilihan sebesar 13,7 %.

Menurut Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman, data longitudinal LSI Denny JA menunjukan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf cenderung mengalami kenaikan dari periode ke periode survei. Survei Agustus 2018 menunjukan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 52,2%. Pada September 2018, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mengalami kenaikan meskipun tak signifikan, yaitu sebesar 53,2 %.

''Pada Oktober 2018, survei LSI Denny JA menunjukan bahwa terjadi kenaikan yang signifikan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf yaitu saat ini sebesar 57,7 %,'' ujar Ikrama, Selasa (23/10/2018).

Sementara elektabilitas Prabowo-Sandi cenderung stagnan dalam tiga bulan terakhir pasca pendaftaran. Pada Agustus 2018, elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 29,5 %. Pada September 2018, elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 29,2 %. Dan saat ini (Oktober 2018), elektabilitas Prabowo-Sandi sebesar 28,6 %.

Secara umum, lanjut Ikrama, survei LSI Denny JA menemukan bahwa kasus hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet tidak mengurangi dukungan (elektabilitas) terhadap Prabowo-Sandi. Namun kasus tersebut meningkatkan sentimen negatif terhadap pasangan Prabowo-Sandi. Naiknya sentimen negatif terhadap Prabowo-Sandi menyebabkan pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voters) cenderung memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf.

''Perubahan dukungan pemilih yang belum menentukan pilihan dapat dilihat dari segmen pendidikan dan segmen pendapatan,'' katanya.

Ikrama menambahkan, di segmen pendidikan, pemilih yang hanya lulus SD, SMP, SMA atau dibawahnya, pada survei LSI September 2018 (sebelum kasus hoax RS), dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf sebesar 54,3 %. Saat ini (Oktober 2018) setelah kasus hoax Ratna Sarumpaet, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf mengalami kenaikan yaitu kini sebesar 58,7 %. Sementara pasangan Prabowo-Sandi cenderung stagnan di segmen pemilih ini.

Pada segmen pemilih kaum terpelajar, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf cenderung naik, sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi cenderung turun pasca kasus hoax Ratna Sarumpaet. Pada September 2018 (sebelum kasus hoax RS), dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di segmen ini sebesar 40,5 %. Kalah dari Prabowo-Sandi yang berhasil memperoleh dukungan sebesar 46,8%. Namun setelah kasus hoax, dukungan terhadap Prabowo-Sandi mengalami penurunan yaitu saat ini sebesar 37,4 %. Sementara dukungan terhadap Jokowi-Maruf mengalami kenaikan.

''Kini dukungan terhadap JokowiMa’ruf di segmen pemilih kaum terpelajar sebesar 44 %. Masih ada 18,6 % pemilih kaum terpelajar yang belum menentukan pilihan,'' katanya.

Masih kata Ikrama, perubahan dukungan juga terjadi di segmen pendapatan. Di pemilih kelas ekonomi mapan, Jokowi-Ma'ruf yang sebelumnya sudah unggul di segmen ini, makin memperlebar jarak elektabilitasnya dengan pasangan Prabowo-Sandi. Di pemilih ini, pada September 2018, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf sebesar 46.2 %. Saat ini (Oktober 2018) pasca kasus hoax Ratna Sarumpaet, dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf mengalami kenaikan yaitu kini sebesar 54.8 %. Sementara dukungan Prabowo-Sandi di pemilih kelas ekonomi mapan mengalami penurunan. Sebelumnya (September 2018) dukungan mereka di pemilih ini sebesar 43.8 %.

''Saat ini dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih kelas ekonomi mapan sebesar 34.5 %,'' katanya. [hen/but]

Tag : pilpres 2019

Komentar

?>