Kamis, 22 Nopember 2018

Tim Prabowo-Sandiaga Uno: Ahmad Dhani Tidak Dapat Dijerat UU ITE

Jum'at, 19 Oktober 2018 22:21:18 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Tim Prabowo-Sandiaga Uno: Ahmad Dhani Tidak Dapat Dijerat UU ITE
Renville Antonio, Wakil Ketua BPP Prabowo Subianto-Sandiaga Jawa Timur

Surabaya (beritajatim.com) - Polda Jatim telah secara resmi menetapkan politisi Gerindra Ahmad Dhani sebagai tersangka pada kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap ormas Banser. Bergerak cepat, Tim Advokasi Badan Pemenangan Provinsi Prabowo-Sandiaga Jawa Timur langsung menggelar rapat sekaligus mempelajari video Ahmad Dhani yang dijadikan dasar penetapan tersangka.

Pada rapat yang dipimpin oleh Renville Antonio selaku Wakil Ketua BPP Prabowo Subianto-Sandiaga Jawa Timur itu memutuskan bahwa seharusnya penetapan tersangka yang dilakukan tidak memenuhi syarat. Dalam video tersebut, Dhani tidak menyebut ada subyek dari tindakan pencemaran nama baik.

"Namun sebaliknya, Ahmad Dhani sedang meminta maaf kepada pendukungnya karena tidak bisa keluar dari hotel Majapahit karena dihadang oleh sekelompok orang. Secara umum konten dalam video itu ditujukan untuk meminta maaf melalui video karena tidak bisa keluar dari hotel akibat dihadang sekelompok orang," kata Renville pada Hari Jumat (19/10/2018).

Kata idiot yang menjadi masalah pada video itu pun, menurut Renville tidak terlalu jelas ditujukan kepada siapa. "Bahwa mas ahmad dhani juga tidak menyebut secara spesifik sebagai ungkapan kekesalan. Sehingga dapat disimpulkan tidak ada niat jahat untuk menghina. Karena dalam video itu untuk meminta maaf kepada audience," jelasnya.

Dalam delik aduan kasus pencemaran nama baik, menurut Renville, salah satu poin yang ada ialah harus memiliki subjek laporan yang dituju.

"Bahwa secara fakta dalam video yang dijadikan laporan objek polisi ada tiga hal yang tidak memenuhi syarat. Tidak menyebutkan nama secara spesifik, tidak ada kata-kata menyebutkan penghinaan secara spesifik dan tidak ada laporan dari korban. Sehingga pelapor bukan orang yang mengalami penghinaan. Bahwa kemudian unsur ini tidak dapat dipenuhi dan klien kami tidak dapat dijerat pasal 27 ayat 3 UU ITE" pungkas Renville.

Sebagai informasi, berdasarkan pernyataan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, penetapan Ahmad Dhani sebagai tersangka telah melalui proses panjang. Pemeriksaan sejumlah saksi seperti ahli bahasa, ahli pidana, ahli IT Dan saksi-saksi lain telah dilakukan.

Karena Ahmad Dhani tidak menghadiri pemanggilan pertama, pihak Polda Jatim pun memastikan akan melayangkan panggilan selanjutnya kepada Ahmad Dhani untuk menjalani pemeriksaan.[ifw/ted]

Tag : pilpres 2019

Komentar

?>