Kamis, 15 Nopember 2018

Politisisasi Dana Desa Juga Berpotensi Bahayakan Elektabilitas Presiden Jokowi

Jum'at, 19 Oktober 2018 20:52:04 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Politisisasi Dana Desa Juga Berpotensi Bahayakan Elektabilitas Presiden Jokowi
Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam

Surabaya (beritajatim.com) - Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam mengingatkan agar para tim kampanye pasangan dengan nomor urut 1 Jokowi-Ma'ruf Amin agar tidak terlalu mengeksplorasi dan politisi program Dana Desa.

Meskipun, progran itu dinilai oleh banyak pihak berhasil dan mampu mendongkrak elektabilitas petahana.

"Politisasi dana desa jika tidak hati hati bisa jadi bumerang dan justru bisa membahayakan. Para paslon dan timses diminta hati-hati untuk mengeksplorasi penggunaan dana APBN guna mendapatkan insentif positif elektabilitas dalam Pilpres 2019," ujar Rokim, Jumat (19/10/2018).

Kondisi pemilih di Indonesia yang sudah mulai realistis, termasuk di kawasan rural, menjadikan pola pikir yang ada mulai kritis. "Maka dari itu saya menyarankan untuk tidak mengeksploitasi isu itu (Dana Desa) untuk mendongkrak elektabilitas karena potensial malah akan menuai hasil sebaliknya," jelas Rokim.

"Politisasi dan klaim atas dana APBN bisa menuai polemik karena sesungguhnya itu dana milik negara dan bukan milik Paslon," tambah pakar komunikasi politik itu.

Terkait tidak adanya larangan untuk melakukan sosialisasi tentang capaian prestasi Petahana oleh Tim Pemenangan, Rokim menilai jika hal itu tidak elok secara etika politik.

"Ya menyampaikan prestasi boleh-boleh saja tetapi menyangkut eksplorasi dana APBN termasuk Dana Desa sekali lagi sejatinya adalah dana publik. Menurut saya tetap harus hati-hati dan tidak elok jika uang negara dianggap uang penguasa. Apalagi masih banyak prestasi lain yang bisa disuguhkan tanpa mematik polemik itu jauh lebih aman dan elegan menurut pendapat saya," tegas Rokim.

Sebelumnya, pada kesempatan berbeda, Agus Mahfud Fauzi selaku sosiolog asal Unesa mengatakan jika boleh dibilang program Dana Desa bisa mengangkat elektabilitas Presiden Jokowi secara signifikan. Hal itu, menurutnya, dikarenakan ada dua hal yang bisa terjadi.

"Pertama, untuk masyarakat pedesaan di wilayah rural, peran Kepala Desa untuk menjadi rujukan pilihan masyarakat sangat besar. Mereka masih percaya para Kepala Desa untuk menentukan pilihan pada Pemilu. Di Indonesia, wilayah rural ini masih cukup banyak karena negeri ini dibangun dari pedesaan di wilayah rural," jelas Agus, pada kesempatan terpisah.

"Kedua, alokasi Dana Desa ini bisa dirasakan oleh masyarakat secara langsung dampak alokasinya. Sehingga masyarakat bisa merasakan dan menerima manfaat pembangunan dari program itu. Tentu rasionalitas mereka akan sangat berterima kasih dan cenderung kembali memilih orang di balik program itu agar kembali merasakan manfaat," tambahnya.

Meskipun demikian, sama seperti Tjiptohadi, Agus Mahfud juga beranggapan dampak elektabilitas dari program itu tidak akan bisa bulat seratus persen dari para target sasaran dari yang dianggarkan. "Tapi 60 persen dari itu saya kira sudah aman untuk modal awal elektabilitas Presiden Jokowi," pungkas mantan Komisioner KPU Jatim itu.[ifw/ted]

Tag : pilpres 2019

Komentar

?>