Kamis, 15 Nopember 2018

Jember Peringkat Kedua Kerawanan Netralitas ASN dalam Pemilu

Kamis, 18 Oktober 2018 22:20:52 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Jember Peringkat Kedua Kerawanan Netralitas ASN dalam Pemilu

Jember (beritajatim.com) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mewaspadai ketidaknetralan aparatur sipil negara (ASN) dalam penyelenggaraan pemilu tahun depan.

Tidak netralnya ASN ini, menurut Ketua Bawaslu Jember Imam Tobroni Pusaka, menjadi salah satu titik rawan di Jember. "Itu tersebar di seluruh Kabupaten Jember. Tidak netralnya penyelenggara juga ada," katanya, di sela-sela acara sosialisasi pemilu bersama jurnalis di Hotel Miotel, Kamis (18/10/2018).

"Jember berada di urutan kedua untuk ketidaknetralan ASN. Kami mengajak teman-teman media, apabila menemukan sesuatu hal berkaitan dengan keterlibatan ASN, bisa dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Jember," kata Tobroni.

Sejauh ini belum ada laporan soal ketidaknetralan ASN di Jember. ASN tidak boleh dilibatkan dalam kampanye apapun. "Kalau misalnya itu dilanggar, bisa dikenai pidana pemilu satu tahun penjara dan denda Rp 24 juta," kata Tobroni.

Saat ini juga belum ada pelanggaran calon legislator. "Tapi kami sedang menginventarisasi alat peraga kampanye yang tersebar di Kabupaten Jember. Komisi Pemilihan Umum hanya memfasilitasi 10 baliho dan 15 spanduk per partai. Tambahan dari partai politik (maksimal) lima baliho dan 10 spanduk," kata Tobroni.

Bawaslu Jember berharap adanya pengawasan partisipatif dari publik. "Masyarakat bisa melapor, dengan syarat material dan formal: identitas pelapor, siapa yang dilaporkan, uraian singkat kejadian," kata Tobroni. [wir]

Tag : pemilu 2019

Komentar

?>