Kamis, 15 Nopember 2018

Bawaslu Kabupaten Mojokerto Layangkan Surat Peringatan ke Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah

Rabu, 17 Oktober 2018 18:49:19 WIB
Reporter : Misti P.
Bawaslu Kabupaten Mojokerto Layangkan Surat Peringatan ke Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah

Mojokerto (beritajatim.com) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Mojokerto melayangkan surat peringatan ke Pondok Pesantren (ponpes) Amanatul Ummah. Pasalnya, ponpes yang berada di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto ini kerap dijadikan tempat berkumpulkan tim sukses untuk membahas persiapan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto, Aris Fahrudin Asyat membenarkan hal tersebut. Bawaslu Kabupaten Mojokerto telah memberikan peringatan sebanyak dua kali kepada pengasuh ponpes tersebut. "Ini merupakan tindak lanjut kami terkait kegiatan yang dilaksanakan di ponpes karena ponpes termasuk tempat yang dilarang untuk kampanye," ungkapnya, Selasa (16/10/2018).

Masih kata Aris, meski kegiatan yang dilakukan selama ini tim sukses (timses) salah satu pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden tersebut dinilai masih belum memenuhi unsur kegiatan kampanye. Namun, pihaknya tetap memberikan himbauan kepada pengasuh ponpes mengingat ponpes merupakan salah satu tempat yang dilarang digunakan untuk kampanye.

"Selama ini kan kegiatan itu bentuknya deklarasi. Kami sudah melakukan pengawasan dan hasil kajian kami, unsur yang memenuhi kegiatan kampanye masih belum kami temui. Surat Himbauan tersebut sudah kita layangkan dua kali dengan tujuan memberikan pemahaman aturan-aturan dalam pemilu kepada pengasuh ponpes. Kami juga akan melakukan komunikasi intensif dengan pengasuh ponpes," katanya.

Himbauan yang sama akan memberikan kepada seluruh pengasuh ponpes yang ada di Kabupaten Mojokerto. Karena ponpes kini menjadi sasaran empuk bagi para calon untuk meraup suara yang besar. Sehingga Bawaslu Kabupaten Mojokerto berencana memberikan pemahaman terkait aturan-aturan kampanye kepada seluruh pondok pesantren di Kabupaten Mojokerto.

"Kami sudah mendata seluruh ponpes yang ada di Kabupaten Mojokerto. Kami berencana akan memberikan himbauan soal larangan-larangan pelaksanaan kampanye. Karena ponpes merupakan salah satu tempat yang dilarang menjadi tempat kampanye sehingga diharapkan pengurus ponpes bisa memahami hal ini," tegasnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Pacet Mojokerto, KH Asep Saifuddin Chalim mengatakan, Bawaslu harus bisa membedakan antara rumah dan pesantren. "Kalau kiai mendirikan rumah di pesantren ya mohon dimaafkan. Pengorbanan kiai tidak jauh-jauh dari pesantren dan rumah didirikan dekat pesantren untuk lebih mengawasi santri-santrinya," tuturnya.

Masih kata KH Asep, jika di rumahnya 100 persen tidak ada kegiatan pendidikan, aktifitas pendidikan dan tidak ada peralatan pendidikan karena memang digunakan untuk rumah. Menurutnya, terkait larangan kampanye di ponpes hal tersebut tidak termasuk sehingga pihaknya berharap tim Bawaslu Jatim dan pusat harus turun sendiri untuk melihat secara langsung.

"Apa ini yang dikatakan lembaga pendidikan? Semuanya rumah. Cuman rumah ini saya buat untuk kampanye. Kampanye saya, saya adakan di rumah saya sehingga harus dibedakan antara lembaga pendidikan dengan rumah dan harus mampu membedakan. Jangan sampai kemudian memperkosa orang yang akhirnya rumah dimasukkan ke lembaga pendidikan," lanjutnya.

Iapun berharap jangan sampai menjadi penguasa yang tidak bisa menerjemahkan sesuatu secara seenaknya sendiri. Ia akan tetap akan menggelar kampanye di tempatnya karena ia beranggapan jika memang rumahnya dekat dengan pesantren agar lebih intensif dalam mengawasi santri-santrinya.[tin/kun]

Tag : pileg pemilu

Komentar

?>