Sabtu, 17 Nopember 2018

Indonesia Lakukan Apa Hadapi Terorisme? Ini Kata Menhan Ryamizard

Rabu, 17 Oktober 2018 08:07:25 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Indonesia Lakukan Apa Hadapi Terorisme? Ini Kata Menhan Ryamizard

Brussel (beritajatim.com)--Menteri Pertahanan RI, Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, mengatakan, saat ini sudah terbentuk 85 juta kader bela negara, di mana pada akhir tahun masa Pemerintahan Presiden Jokowi ditargetkan untuk mencapai 100 juta kader dari 260 juta penduduk Indonesia.

"Sebagai Menteri Pertahanan, saya telah mengeluarkan kebijakan untuk menanamkan dan menguatkan konsep Kesadaran Bela negara sejak usia dini hingga ke perguruan tinggi. Sehingga anak-anak dan generasi muda yang belum terpengaruh akan semakin dikuatkan agar tidak mudah dipengaruhi ideologi radikal," tegas Menhan Ryamizard saat pertemuan Asia-Europe Counter Terrorism Dialogue, bertema The Future of Counter Terrorism: The Shift from Cooperation to Collaboration di Belgia.

Jenderal Purn Ryamizard memandang, di samping itu antarnegara juga perlu membangun kerjasama penanganan terorisme kawasan dari aspek nonfisik yaitu penguatan mindset seluruh komponen Masyarakat kawasan yang dimulai sejak dini. Sebagaimana kita ketahui bahwa aspek penanganan bersenjata hanya berkontribusi sebesar 1 sampai dengan 3 persen saja dalam penyelesaian akar masalah terorisme, sisanya yang 99 Persen adalah melalui pendekatan soft power dengan penguatan mindset masyarakat seperti konsep deradikalisasi.

"Hal itu juga diperkuat dengan buku yang ditulis oleh John Nye dengan judul The Future of Power," katanya mengingatkan.

Dalam konteks kebijakan deradikalisasi di Indonesia, Menhan Ryamizard mengemukakan, Indonesia telah mengambil langkah untuk menjaga mindset dan jiwa bangsa melalui pemantapan ideologi Pancasila sebagai satu-satunya konsep ideologi negara. Sedangkan tujuan bela negara adalah penanaman nilai-nilai cinta Tanah Air, siap berkorban untuk bangsa dan negara serta berbuat baik dan taat hukum serta menjauhi paham radikal.

Selain itu, tambahnya, Indonesia juga mengedepankan konsep deradikaliasi dengan pendekatan kepada para ulama dan tokoh agama, pengarahan, ceramah, dan pesantren-pesantren dan melatih kader-kader bela negara. "Untuk anggota teroris yang tertangkap beserta jaringannya, pemerintah melakukan upaya deradikalisasi untuk membersihkan mindset paham Radikal yag ditanamkan kelompok teroris," ungkapnya.

Dalam penanganan terorisme, katanya, kita sepakat bahwa negara harus mengambil inisiatif terlebih dahulu sebelum kelompok teroris melakukan aksi serangannya. Langkah pertama dari embrio arsitektur kerjasama keamanan regional adalah perlunya kerangka pertukaran intelijen multilateral untuk mendeteksi perjalanan militan asing, pendirian kamp pelatihan, mengantisipasi penyebaran propaganda melalui media sosial, serta mendeteksi aliran dana dan logistik kelompok teroris.

"Di ASEAN kita telah memilki Kerjasama pertukaran intelijen “Our Eyes” mirip seperti kerjasama “Five Eyes” negara Barat yang telah diresmikan di Bali pada tanggal 25 Januari 2018 lalu," katanya.

Selain itu, menurut Menhan, Indonesia juga menilai keperluan untuk memperkuat dan memperluas konsep kerjasama “Our Eyes” ini dengan melibatkan negara mitra ASEAN lainnya seperti AS, Australia, dan Jepang mengingat adanya beberapa kebutuhan deteksi kegiatan teroris dengan alat-alat komunikasi berteknologi canggih.

"Kerjasama intelijen juga perlu diperkuat dengan pembentukan kerjasama operasional antarkawasan. Dalam hal ini saya telah membentuk kerjasama keamanan trilateral di Laut Sulu antara Indonesia Filipina dan Malaysia. Kami juga melihat keperluan NATO dan Uni Eropa untuk bergabung dengan platform ini agar tidak ada celah sedikit pun untuk kelompok teroris ini bergerak di kawasan kita bersama," ingat Menhan Ryamizard Ryacudu.

Dalam perspektif ke depan, menurut Menhan, kerjasama trilateral akan ditingkatkan dengan operasi darat gabungan setelah kesuksesan operasi maritim dan operasi udara bersama di Laut Sulu.

Operasi darat gabungan itu, katanya, akan dilakukan melalui 3 tahap, yaitu latihan di masing-Masing negara bulan depan dan latihan bersama tiga negara di Tarakan Kalimantan kemudian latihan bersama di Tawi-Tawi Filipina yang juga akan diperluas melibatkan Singapura dan Brunei. Dan bila payung hukum SOCFA telah disetujui ketiga negara akan dilanjutkan dengan operasi gabungan di Filipina Selatan. [air]

Tag : kemenhan

Komentar

?>