Kamis, 22 Nopember 2018

Tahun Politik, Anggaran Bansos Jember Meningkat Jadi Rp 146 M

Selasa, 16 Oktober 2018 21:55:11 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Tahun Politik, Anggaran Bansos Jember Meningkat Jadi Rp 146 M

Jember (beritajatim.com) - Anggaran bantuan sosial (bansos) dalam APBD Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada tahun perhelatan politik 2019 meningkat 53,51 persen dibandingkan tahun ini. Dana bansos dalam APBD 2019 dialokasikan Rp 146,836 miliar.

Dengan demikian ada kenaikan Rp 51,184 miliar dari angka Rp 95,561 miliar pada APBD 2018. Sementara itu belanja hibah tak mengalami peningkatan, yakni Rp 68,409 miliar.

Bambang Haryanto, juru bicara Fraksi Nasional Demokrat DPRD Jember, mendukung penuh kebijakan tersebut. "Patut kita apresiasi," katanya, Selasa (16/10/2018).

"Bagi kami, keputusan untuk menaikkan anggaran bansos sungguh tepat, sebab ini bentuk nyata kepedulian bupati dan wakil bupati dalam mengakomodasi keperluan sejumlah elemen masyarakat yang memang sangat membutuhkan perhatian. Misalnya, guru ngaji, lansia, dan penyandang difabel. Fraksi Partai Nasdem memandang kenaikan anggaran tersebut perlu didukung semua pihak," kata Bambang.

Bupati Faida mengatakan, sebagian besar dana hibah dan bansos pada tahun sebelumnya dialihkan menjadi belanja langsung. "Mengapa sekarang meningkat? Karena beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa itu namanya hibah. Jadi harus by name dan by address sebelum ditetapkan peraturan daerah. Karena ini bukan program langsung Dinas Pendidikan, tapi berubah hibah, jadi (pos anggaran) di BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah)," katanya.

Bantuan sosial juga diperuntukkan guru ngaji dan takmir masjid. "Ada juga program-program untuk lansia dan difabel yang dulunya belum lengkap datanya, tahun ini lebih lengkap, sehingga penerimanya jauh lebih banyak. Tahun ini juga kami luncurkan program beasiswa untuk para hafid dan hafidoh (penghapal Alquran), karena ternyata di antara mahasiswa itu sebenarnya ada yang hafid dan hafidoh, termasuk untuk SD dan SMP, dan yang bersekolah di pondok pesantren," kata Faida.

Faida menyebut para penghapal Alquran itu aset bangsa. "Siapapun mereka, minimal hapal satu juz, akan kami berikan beasiswa dan asuransi kesehatan, termasuk untuk keluarganya yang dalam satu kartu keluarga minimal ada satu hafid dan hafidoh," katanya. [wir/ted] 

Berita Terkait

    Komentar

    ?>