Minggu, 18 Nopember 2018

KPU Jember: Pendidikan Politik Yes, Kampanye No

Selasa, 16 Oktober 2018 11:30:16 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
KPU Jember: Pendidikan Politik Yes, Kampanye No

Jember (beritajatim.com) - Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember Ahmad Hanafi menegaskan, sekolah dan pesantren tak boleh menjadi tempat kampanye politik para kandidat legislatif maupun presiden dan wakil presiden.

"Kami berpatokan pada Peraturan KPU Nomor 23 dan Nomor 28 Tahun 2018. Tempat terlarang untuk kampanye adalah lembaga pendidikan, fasilitas gedung pemerintah, tempat ibadah, dan tempat layanan kesehatan," kata Hanafi.

Hanafi mengingatkan, peserta kampanye tak boleh melibatkan warga negara yang masuk dalam kategori bawah umur. "Kalau di SMA, rata-rata kelas 1 dan kelas 2 masih berusia 15-16 tahun. Jadi tidak memenuhi syarat menjadi peserta kampanye," katanya. Pesantren juga masuk dalam kategori lembaga pendidikan.

"Sekolah memang harus steril dari politik praktis. Tapi kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan pemilih, itu boleh. Di sekolah ada sosialisasi untuk memberikan kesadaran politik terhadap para siswa. Siapapun bisa memberikan pendidikan politik. Peserta pemilu boleh, tapi tidak boleh untuk kegiatan kampanye," kata Hanafi.

Hanafi mencontohkan calon legislator yang berprofesi guru. "Apakah dia tidak boleh mengajar? Kan tetap boleh. Konteksnya berbeda. Materinya bukan mengampanyekan dirinya," katanya.

Menurut pria berkacamata ini, kegiatan kampanye bersifat kumulatif. "Paling penting tidak boleh mengajak untuk memilih dirinya. Jadi kita harus berpikir objektif, bahwa orang yang datang ke sekolah dan pesantren dilihat dulu konteksnya apa. Jadi tidak kemudian politisi yang datang digebyah uyah tidak boleh," kata Hanafi.

Sepanjang pemilu 2014, belum ada politisi yang terkena sanksi karena berkampanye di lembaga pendidikan. "Padahal waktu itu unsur kampanye alternatif bukan kumulatif. Kumulatif ini menjeratnya agak susah. Tapi inti kegiatan kampanye adalah penyampaian visi dan misi," kata Hanafi. [wir/kun]

Tag : pileg pemilu kpu

Komentar

?>