Selasa, 18 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Kadispendik Jember Jabat 57 Hari, DPRD: Ini Luka di Atas Luka

Jum'at, 12 Oktober 2018 21:07:52 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Kadispendik Jember Jabat 57 Hari, DPRD: Ini Luka di Atas Luka

Jember (beritajatim.com) - Komisi D DPRD Jember, Jawa Timur, mempertanyakan kebijakan Bupati Faida yang memutasi Isman Sutomo dari Kepala Dinas Pendidikan menjadi staf ahli, setelah baru menjabat 57 hari.

"Itu memang hal biasa dan lumrah. Itu bagian dari kebijakan bupati. Tapi ini menunjukkan, pertama, kurangnya perencanaan (penataan) pada dinas yang vital ini. Dinas Pendidikan adalah salah satu dinas vital. Masyarakat kini tengah menuntut kami untuk menaikkan citra Jember lebih baik," kata Ketua Komisi D Hafidi.

"Tapi di sisi lain, ternyata hal semacam ini terjadi. Kami tidak paham. Apalagi di tengah pembahasan APBD 2019," kata Hafidi.

Pergantian jabatan dalam tempo singkat ini, menurut Hafidi, memunculkan ketidakpercayaan di kalangan Dinas Pendidikan. "Apalagi bicara hirarki. Sudah jelas akan muncul. Kami hanya melihat, posisi kita pada tengah semester pertama, tentu akan jadi penilaian masyarakat untuk SD dan SMP. Ada warga yang telepon kami, kami jawab normatif saja: silakan masyarakat menilainya," katanya.

"Bagi kami, jelas ini sebuah kemunduran. Sebuah petaka bagi Komisi D, di tengah kami harus menghitung, merencanakan bagaimana wajah pendidikan yang turun tahun ini harus diperbaiki," kata Hafidi.

Hafidi prihatin dengan situasi ini. "Di tengah sedang membalas APBD 2019, kepala Dinas Pendidikan 'hilang'. Saya kira bupati harus segera mengambil langkah tegas menunjuk kepala Dinas Pendidikan definitif," katanya.

Pelaksana tugas dinilai Hafidi belum cukup. "Namanya pelaksana tugas, semua harus minta restu kepada yang memberi tugas. Beberapa kami mengundang pelaksana tugas (Dinas Pendidikan), tidak pernah hadir. Bagaimana kami bicara masalah dan data di Kabupaten Jember kalau diundang DPRD saja (untuk rapat kerja) tidak hadir. Kami prihatin dua kali. Ini luka di atas luka," katanya. [wir/but]

Tag : dprd jember

Komentar

?>