Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Pakde Karwo Launching Maskot HPN 2019, Elang Jawa

Senin, 08 Oktober 2018 08:18:50 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Pakde Karwo Launching Maskot HPN 2019, Elang Jawa

Jakarta (beritajatim.com) - Gubernur Jatim Soekarwo meluncurkan maskot Hari Pers Nasional (HPN) 2019 di auditorium TVRI Jakarta, Minggu (7/10/2018) malam. Maskot HPN 2019 yang nantinya akan diadakan di Jawa Timur sebagai tuan rumah itu adalah Elang Jawa (Eja).

"Ini Elang Jawa yang mau habis dan ada lagi di Tahura (Taman Hutan Raya) R. Soerjo. Itu hutan lindungnya milik Pemda Provinsi Jatim. Elang Jawa ini namanya Eja. Elang Jawa ini sangat cerdas karena membawa pulpen (pulpen), mewakili Pers nasional," kata Pakde Karwo.

Acara peluncuran HPN 2019 dan maskot HPN ini juga dihadiri Menkominfo Rudiantara, Penanggungjawab HPN 2019 Margiono, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetya, Ketua PWI Pusat Atal S Depari, beberapa pejabat OPD Jatim dan sejumlah wartawan. Serta dihibur artis senior Yuni Shara dan penyanyi dangdut Fitri Carlina.

Tema HPN 2019 di Jatim, yakni Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital.

Di acara itu, penanggungjawab HPN, Margiono meminta penjelasan dari Pakde Karwo tentang apa yang diinginkan dari Pers Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital.

"Kalau HPN di Padang, Sumatera Barat yang lalu menginginkan investasi, kalau HPN di Jatim ini nantinya apa. Saya ingin ada hal yang baru saat HPN 2019 dilaksanakan di Jatim," kata Margiono.

Mendapat pertanyaan tersebut, Pakde Karwo memaparkan alasan mengambil tema ekonomi kerakyatan era digital. Menurutnya, bahwa ekonomi kerakyatan itu merupakan gagasan hampir semua pemimpin bangsa sejak 1945. Untuk itu, ekonomi kerakyatan harus diberdayakan.

"Di situ ada proses produksi, pembiayaan dan pasar. Masyarakat pers masuk ke situ memberikan kritikan kepada Bank Jatim, Bank pemerintah yang sedikit kreditnya kepada UMKM. Kita coba kemudian masuk ke pasar, dan proses produksinya. Maka salah satunya solusinya harus ada digital," ujarnya.

Kalau tidak imbang proses produksi dan pasar, Pakde Karwo menyebut kita hanya jadi pasar dari luar negeri. "Kita bicarakan dengan teman-teman pers. Mereka  berkesimpulan harus melindungi yang kecil, mereka harus masuk pasar dan kita coba dengan digital," tuturnya.

Menkominfo Rudiantara menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di Jatim selalu di atas rata-rata daerah lain secara nasional. Tentang UMKM, pemerintah akan selalu berpihak pada UMKM. "Kementerian Kominfo punya program menggratiskan sejuta domain untuk penguatan UMKM," tandasnya.

Melalui subsidi domain tersebut, UMKM dapat memanfaatkan teknologi informatika dan komunikasi untuk mendorong perluasan pasar. "Kalau sebelumnya untuk membuka warung harus mencari dan menyewa lahan, maka saat ini cukup dari dapur langsung dikirim ke pasar," paparnya.

Dalam acara itu, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetya mengapresiasi Jatim yang tingkat Indeks Pembangunan Manusianya (IPM) sangat bagus. "Lima provinsi di Indonesia termasuk Jatim, IPM-nya diatas rata-rata. Ini berarti pembangunan di Jatim sangat bagus," jelasnya.

Terkait dengan peran pers dan HPN di Jatim, Ketua Dewan Pers mengharapkan profesionalisme pers tetap terjaga. "Pers yang mendapatkan belanja (iklan) dari APBD maupun APBN, harus tetap menjalankan fungsinya sebagai kontrol sosial dan bukan media abal-abal," pungkasnya. [tok/suf]

Tag : pwi hpn

Komentar

?>