Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Terganjal Warga Miskin, Bupati Anas Mutasi Camat

Jum'at, 05 Oktober 2018 17:02:14 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Terganjal Warga Miskin, Bupati Anas Mutasi Camat

Banyuwangi (beritajatim.com) - Penanganan warga miskin menjadi prioritas Pemkab Banyuwangi. Untuk itu, Bupati Abdullah Azwar Anas menginstruksikan semua kepala dinas, camat, kepala puskesmas, hingga aparat desa proaktif turun memantau warganya yang membutuhkan penanganan segera.

Hal itu disampaikan Anas usai melantik tiga pejabat di Banyuwangi, Jumat (5/10/2018). Tiga pejabat yang dilantik adalah Abin Hidayat sebagai Camat Gambiran, Mohammad Nohrawi sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Danisworo sebagai sekretaris Dinas Sosial.

Juga diangkat dr Yos Hermawan sebagai kepala UPTD Puskesmas Genteng Kulon dan Puskesmas Jajag-Gambiran.

“Kita sudah punya banyak program penanganan kemiskinan, ada Rantang Kasih untuk distribusi makanan gratis, jemput bola warga sakit, beasiswa yatim, penyelamatan anak putus sekolah, dan sebagainya. Tapi program itu membutuhkan kaki dan tangan, yaitu keikhlasan bekerja Bapak/Ibu semua,” kata Anas dalam pelantikan yang dihadiri para pejabat Pemkab Banyuwangi itu.

Anas mengatakan, pelantikan pejabat baru tersebut adalah cara tegas agar Camat dan Kepala Puskesmas memiliki perhatian serius terhadap masalah kemiskinan. Sebelumnya, Anas mendapat laporan tentang warga lanjut usia di Kecamatan Gambiran yang tinggal di tempat tak layak huni.

“Kemarin ada laporan soal warga miskin lanjut usia, dan terlambat diatasi. Ini seharusnya tidak boleh terjadi dengan alasan apapun. Seperti bedah rumah, kalau bukan di tanahnya sendiri, tetap ada mekanisme dari desa, Badan Zakat dan gotong royong bisa bantu,” kata Anas.

“Saya ambil langkah tegas agar menjadi perhatian bagi semuanya lewat penyegaran organisasi hari ini. Kalau untuk urusan lainnya, taruhlah kebersihan, masih bisa dimaklumi tapi harus segera dibereskan. Namun, untuk penanganan kemiskinan, harus ada konsekuensinya, salah satunya lewat penyegaran organisasi ini, ” imbuhnya.

Anas mengatakan, penanganan kemiskinan wajib dilakukan secara sinergis oleh lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Terutama yang bersinggungan dengan masyarakat langsung seperti kecamatan dan Puskesmas. Baik Camat maupun Kepala Puskesmas wajib berkoordinasi dengan Kepala Desa untuk terjun langsung memantau warga miskin.

“Penanganan kemiskinan adalah urusan wajib semua Camat dan Kepala Puskesmas. Setelah didata, cek mana yang harus ditangani segera, mana yang bisa lewat anggaran daerah dan mana yang tidak. Semua masalah kemiskinan harus tertangani dan harus ada solusinya,” tegas Anas.

Selain fokus pada penanganan kemiskinan, Anas juga mengingatkan kembali kepada jajaran untuk memperhatikan masalah anak putus sekolah. Semua pihak harus ikut peduli, tidak hanya Dinas Pendidikan.

“Kita semua harus peduli, kalau ada anak putus sekolah baik di tingkat desa, kecamatan langsung ditangani dan laporkan ke Dinas terkait apabila tidak bisa mengatasi,” pungkas Anas. (rin/ted)

Tag : banyuwangi

Komentar

?>