Kamis, 22 Nopember 2018

Kiai Perlu Dilibatkan Jadi Jubir Imunisasi Difteri

Selasa, 25 September 2018 22:45:10 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Kiai Perlu Dilibatkan Jadi Jubir Imunisasi Difteri

Jember (beritajatim.com) - Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember Abdul Haris menyarankan agar ada pelibatan kiai dan ulama lebih luas untuk menyukseskan program imunisasi difteri oleh pemerintah.

"Sementara ini dalam konteks internal, misalkan pak kiai memerintahkan agar santri menerima imunisasi, memang ada. Tapi kalau pak kiai memberikan pencerahan kepada warga, itu yang masih belum ada," kata Haris,  dalam acara forum group discussion soal imunisasi difteri yang diselenggarakan Unicef, di Hotel Aston, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (25/9/2018).

Haris berpendapat keterlibatan ulama harus menjadi salah satu strategi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat soal imunisasi. "Ini karena masyarakat kita tergantung bukan pada apa yang dikatakan, tapi siapa yang mengatakan. Tarafnya masih itu," katanya.

MUI Jember sendiri mendukung adanya imunisasi difteri ini karena bertujuan melindungi kesehatan dan keselamatan warga. Sejumlah dalil agama sudah jelas menunjukkan pentingnya kesehatan. "Di tingkat global, diskusi imunisasi sudah selesai," kata Kepala Perwakilan Unicef di Jawa, Arie Rukmantara.

Rukmantara mengatakan, dua kutub ulama, Arab Saudi dan Mesir, menyatakan persoalan imunisasi sudah selesai. Ia ingin ulama di Indonesia bisa menjadi promotor imunisasi. "Kami membayangkan idealnya para vaksinolog dan para kiai duduk bareng. Para vaksinolog cerita bagaimana membuat vaksin, sehingga para kiai bisa tahu dan melihat. Orator terbaik di Indonesia adalah kiai, karena semua orang pesantren jago ceramah. Ini kerja bareng, kerja ramai-ramai. Dinas Kesehatan jangan merasa percaya diri bisa sendirian," katanya. [wir/but]

Komentar

?>