Rabu, 17 Oktober 2018

Bangunan Baru Pasar Legi Ponorogo Akan Berlantai Empat

Selasa, 25 September 2018 19:49:26 WIB
Reporter : D. Istimora
Bangunan Baru Pasar Legi Ponorogo Akan Berlantai Empat

Ponorogo (beritajatim.com) – Bentuk baru gedung Pasar Legi Ponorogo tidak akan kalah dengan pusat perbelanjaan modern massa kini. Meski mengusung konsep pasar rakyat, namun bangunannya akan dibuat empat lantai.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Addin Andawarih mengatakan, dana dari pemerintah pusat atau APBN 2019 sudah dipastikan akan turun ke Ponorogo. Jumlahnya mencapai sekitar Rp 200 miliar. Karena itu, dana dari Kementerian Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PU-PR) akan dimanfaatkan maksimal untuk perekonomian Ponorogo.

“Bangunan akan dirancang empat lantai dengan sekitar 5 ribuan los atau kios. Jumlah los yang sekian itu untuk mengantispasi pertumbuhan pedagang baru di masa mendatang,” ungkap Addin, Selasa (25/9/2018).

Dikatakannya, pertumbuhan pedagang baru di Pasar Legi cukup tinggi. Setiap tahun naik sekitar 20 persen. “Jadi kalau ada 5 ribu los, semuanya akan penuh sekitar lima tahun lagi mengingat saat ini sudah ada sekitar 2.500 pedagang pasar. Baik di Pasar Legi yang terbakar, Pasar Legi Selata atau Pasar Lanang, Pasar Pengadilan (di utara bangunan utama saat ini) maupun di Pasar Stasiun (barat bangunan utama, menyeberang jalan),” kata Addin.

Selain soal antisipasi jumlah pedagang, penambahan jumlah los atau kios ini juga menyikapi keunikan Pasar Legi. Yaitu bahwa Pasar Legi memiliki empat fungsi yaitu sebagai pasar induk untuk menurunkan barang dari produsen langsung ke pedagang seperti sayuran dan buah, sebagai pasar eceran, sebagai pasar barang konsumsi sehari hari seperti pakaian dan alat rumah tangga dan sebagai pasar grosiran.

Rencananya, pada November, seluruh pedagang Pasar Legi akan direlokasi sementara ke lahan eks gedung RSUD Harjono. Mereka akan berada di lokasi tersebut selama sekitar satu tahun.

“Pembangunannya diperkirakan hanya satu tahun karena memang di APBN merupakan anggaran tahun tunggal. Nah, lalu uang APBD yang direncanakan untuk membangun pasar ini, yang Rp 90 miliar itu, kita kembalikan ke kasda karena sudah ada dana dari pusat,” pungkasnya. [dil/kun]

Komentar

?>