Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Anggota DPRD Ponorogo Pro-Mahasiswa, Tolak Rencana Impor Beras

Senin, 24 September 2018 14:13:03 WIB
Reporter : D. Istimora
Anggota DPRD Ponorogo Pro-Mahasiswa, Tolak Rencana Impor Beras

Ponorogo (berijatim.com) - Anggota DPRD Kabupaten Ponorogo ternyata tak hanya bisa diam dan mengiyakan rencana pemerintah pusat untuk mengimpor beras. Mereka juga turut menolak rencana yang dinilai tidak pro rakyat ini.

Penolakan rencana impor beras dilontarkan Wakil Ketua DPRD Ponorogo Aniek Suharto saat menemui puluhan kader HMI Cabang Ponorogo yang berujuk rasa dan mempertanyakan rencana pemerintah untuk mengimpor beras, Senin (24/9/2018).

Anggota Komisi C DPRD Ponorogo Puryono dan Wakil Ketua DPRD setempat Aniek Suharto kompak dengan mahasiswa yang terus menolak rencana impor beras. “Saya sepakat dengan Kepala Bulog pak Buwas (Budi Waseso) kita yang sampai mengumpat juga ya. Karena ketika hasil petani kita melimpah dan impor kan berarti akan semakin melimpah. Sesuai mekanisme pasar, maka harga beras akan anjlok. Betapa kasihan petani kita kalau harga beras harus hancur,” ujarnya di depan para mahasiswa se-Ponorogo.

Sementara itu, Aniek Suharto menyatakan sangat mendukung sikap Pak Buwas. “Coba kita pikirkan seperti apa nasibnya beras kita kalau ditumpuk terus. Pasti akan rusak. Kalau Pak Buwas sampai mengeluarkan kata-kata yang tidak pas itu sudah wajar. Memang perlu ketegasan untuk menyikapi kebijakan seperti ini,” ungkap Anik.

Ketua HMI Cabang Ponorogo Husein Effendi mengatakan, aksi mereka menyuarakan penolakan terhadap rencana pemerintah untuk impor beras tidak lepas dair kenyataan bahwa produksi petani di Indonesia sudah melimpah.

“Ini adalah kebijakan yang tidak pro-rakyat. Beras di gudang Bulog melimpah. Ketahanan stok pangan kita juga tidak mengkhawatirkan. Jadi mengapa harus impor,” ungkapnya. [dil/ted]

Komentar

?>