Rabu, 17 Oktober 2018

Ini Harapan PWI Pamekasan Bagi Bupati Baru

Senin, 24 September 2018 13:26:02 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Ini Harapan PWI Pamekasan Bagi Bupati Baru

Pamekasan (beritajatim.com) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan berharap keberadaan pemimpin baru di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, bisa menciptakan iklim kebebasan pers berdaulat yang mendukung profesionalisme pers sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Harapan tersebut disampaikan bersamaan dengan momentum pelantikan pasangan Badrut Tamam dan Raja'e (Berbaur) sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan, periode 2018-2023 yang digelar di Kantor Gubernur Jawa Timur, Senin (24/9/2018).

"Kami yakin duet muda ini memiliki komitmen kuat dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan di Pamekasan untuk lima tahun kedepan yang lebih baik, salah satunya dengan mengedepankan transparansi atau open management," kata Ketua PWI Pamekasan Abd Aziz.

Dari itu, seluruh elemen pemerintah meliputi sektor eksekutif, legislatif dan yudikatif harus diperkuat demi mendukung komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. "Pers merupakan pilar keempat dalam sistem demokrasi, sehingga tata kelola pemerintahan yang kuat harus didukung peran pers sebagai institusi kontrol pada sistem pemerintahan," ungkapnya.

"Dalam kurun lima tahun terakhir, transparansi institusi pemkab Pamekasan memang jauh lebih baik dari sebelumnya. Pola kepemimpinan kolektif kolegial diberlakukan melalui surat edaran bupati yang menginstruksikan OPD memberikan konfirmasi langsung terkait teknik yang dilakukan," imbuhnya.

Hanya saja, dukungan peningkatan profesionalisme bagi kalangan insan pers belum sepenuhnya berjalan optimal. "Sebagai pemimpin muda dan mantan aktivis, kita berharap pasangan bupati dan wakil bupati ini bisa memberikan dukungan untuk meningkatkan profesionalisme jurnalis di Pamekasan," jelasnya.

"Kami berkepentingan meningkatkan profesionalisme wartawan agar bisa mendapat dukungan dari pemerintah, terlebih dengan adanya tantangan baru di era melinial saat ini yang ditandai dengan berkembangnya media baru sebagai dampak dari revolusi industri 4,0," sambung pewarta Perum LKBN Antara.

Selain itu, media baru memungkinkan semua orang menjadi produsen berita atau reporter. Sementara di sisi lain sebagian orang menganggap bahwa apa yang dibaca di media adalah informasi yang ditulis wartawan. "Selain penting meningkatkan profesionalisme, hemat kami yang perlu dilakukan kedepan adanya persepsi untuk mengatasi persoalan ini," pungkasnya. [pin/ted]

Komentar

?>