Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Gelar Deklarasi Damai

Bawaslu Jatim Beberkan Potensi Pelanggaran

Senin, 24 September 2018 00:00:47 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Bawaslu Jatim Beberkan Potensi Pelanggaran

Surabaya (beritajatim.com) - Menjelang tahapan kampanye Pemilihan umum yang dimulai tanggal 23 September 2018 - 13 April 2019, Bawaslu Provinsi Jawa Timur telah menyiapkan serangkaian pengawasannya untuk memastikan tahapan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan gelaran "Deklarasi Kalah Terhormat, Menang Bermartabat". Acara ini diselenggarakan di Surabaya, Minggu (23/9/2018).

Pada kesempatan ini, Ketua Bawaslu Jatim M. Amin mengungkapkan jika Ia bersama jajarannya telah memetakan beberapa potensi pelanggaran yang akan terjadi pada Pemilu 2019 nanti.

"Adapun potensi tersebut diantaranya Pemasangan alat peraga kampanye (APK) diluar titik lokasi yang telah ditetapkan, tumpang tindih APK Peserta Pemilu, penghilangan APK dan/atau pengerusakan APK," bebernya sebelum acara yang berlangsung di Hotel Majapahit itu.

"Lalu juga ada kampanye diluar jadwal, keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam kampanye, iklan kampanye diluar jadwal, penggunaan sumber daya negara untuk kampanye (aktor dan kebijakan), biaya aktifitas kampanye tidak sama dengan yang dilaporkan, politik uang/barang dan kampanye negatif penggunaan isu SARA," tambahnya.

Untuk itu, melalui gelaran Deklarasi Damai kali ini, Bawaslu Jatim berharap kontestan yang bersaing di Pemilu Legislatif (DPRD Provinsi dan DPD RI) dan Pilpres harus tunduk pada aturan main yang berlaku dan tetap memperhatikan nilai-nilai etika.

"Penyelenggara pemilu juga bekerja sebaik-baiknya sesuai tugas dan kewenangannya, teliti dan cermat.
Pun Aparat negara, khususnya TNI dan Polri, maupun intelijen harus netral dan profesional," tegas Amin.

"Masyarakat Jawa Timur sebagai warga pemilih harus mengambil peran secara aktif memantau dan mengawal berlangsungnya Pemilu tahun 2019. Tujuannya agar pemilu dan demokrasi selaras," pungkasnya. [ifw/suf]

Tag : pemilu

Komentar

?>