Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Pemkab Jember Disarankan Bentuk Dinas Makanan-Minuman

Jum'at, 21 September 2018 10:35:42 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Pemkab Jember Disarankan Bentuk Dinas Makanan-Minuman

Jember (beritajatim.com) - Bagian Umum dan Perlengkapan Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendapat tambahan anggaran Rp 3,898 miliar dalam Perubahan APBD 2018. Anggota Badan Anggaran DPRD Jember menyarankan pembentukan organisasi perangkat daerah (OPD) atau badan usaha milik daerah (BUMD) yang khusus menangani makanan dan minuman.

Anggaran semula untuk Bagian Umum dalam APBD adalah Rp 44,904 miliar. Anggaran ini naik menjadi Rp 48,803 miliar. "Perubahan ada di beberapa program. Dalam pelayanan adminstrasi perkantoran, Rp 2,716 miliar untuk 14 kegiatan. Peningkatan sarana dan prasarana Rp 182 juta untuk enam kegiatan, dan peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah bupati dan wakil bupati untuk belanja perjalanan dinas ke luar negeri sebanyak Rp 1 miliar," kata Kepala Bagian Umum Joko Prijono.

Ada tambahan Rp 838 juta untuk makanan dan minuman sehingga menjadi Rp 16,177 miliar. Kendati mendapat tambahan anggaran, ternyata serapan anggaran secara keseluruhan di Bagian Umum hingga saat ini baru 35 persen untuk belanja langsung gaji dan non gaji. Khusus makanan minuman, dari anggaran semula Rp 15 miliar, baru terserap Rp 3 miliar.

Besarnya anggaran makanan dan minuman ini mendapat sorotan dari anggota Badan Anggaran DPRD Jember, Nur Hasan. "Kalau bisa Sekda bikin dinas makanan minuman sendiri, karena anggarannya melebihi dinas-dinas yang kecil-kecil. Rp 16 M pakai dinas mamin atau perusahaan daerah mamin. Saya yakin PAD (Pendapatan Asli Daerah)-nya  besar, karena mamin bisa 50 persen. PAD bisa Rp 5 miliar," katanya.

Badan Anggaran DPRD Jember juga mengkritik adanya tambahan anggaran makanan dan minuman di tengah kecilnya serapan. "Perencanaannya tidak karu-karuan. Rencana Rp 15 miliar hanya diserap Rp 3 miliar. Tapi masih minta tambah lagi Rp 800 juta," kata Nur Hasan.

Pemimpin Badan Anggaran DPRD Jember Ayub Junaidi setali tiga uang. "Ini menandakan perencanaan tidak beres," katanya.

Joko menjelaskan, penambahan anggaran makanan minuman dilakukan karena ada limpahan dari organisasi perangkat daerah lain sekitar Rp 5 miliar. Namun ia mengaku sebenarnya tak sanggup menyerap Rp 15 miliar keseluruhan, sehingga hanya menambahkan anggaran Rp 838 juta. [wir/suf]

Komentar

?>