Sabtu, 20 Oktober 2018

Serunya Lomba Potong Tempe Setipis Kartu ATM

Kamis, 20 September 2018 18:39:19 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Serunya Lomba Potong Tempe Setipis Kartu ATM

Jakarta (beritajatim.com) - Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) menggelar lomba memotong tempe setipis kartu ATM, Kamis (20/9/2018). Lomba yang bertempat di sekretariat Almisbat Jl Tebet Barat Jakarta itu utamanya untuk menyambut datangnya kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2019 yang dimulai pada 23 September 2018 hingga 13 April 2019.

Almisbat adalah relawan pemenangan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin. Mereka adalah para aktivis era 1990-an. Sejumlah eks tapol Orde Baru juga terlibat dalam organisasi tersebut. Diantaranya, Hendrik Dikson Sirait (Ketua Umum Badan Pengurus Nasional Almisbat) dan Piryadi Kartodiharjo (Sekjen Badan Pengurus Nasional Almisbat).

Sekitar 10 ibu-ibu mengikuti lomba tersebut. Di atas meja yang disediakan, mereka mengiris tempe tebal menjadi tipis-tipis. Bahkan ada peserta yang sengaja membawa kartu ATM sebagai ukuran memotong tempe tebal tersebut. Disela itu, canda tawa terlihat menghiasi jalannya lomba.

Ada pula ibu-ibu peserta yang berjoget sembari memotong tempe. Setelah dipotong tipis, tempe tersebut digoreng dan diserahkan ke dewan juri untuk dinilai.

"Proses politik seperti pemilihan presiden (Pilpres) 2019 seharusnya disikapi sebagai proses yang wajar dalam kehidupan bernegara yang demokratis. Lebih dari itu, proses tersebut juga mestinya disambut dengan kegembiraan, sekaligus menjadikannya sebagai pendidikan politik yang baik bagi masyarakat," ujar Hendrik Sirait, melalui siaran pers yang diterima beritajatim.com.

Menurut Hendrik, lomba 'Potong Tempe Setipis ATM' adalah dalam rangka kegembiraan itu. Terutama untuk menyambut datangnya kampanye pemilihan presiden (Pilpres) 2019 yang akan dimulai pada 23 September 2018 hingga 13 April 2019. 

"Jadi, kegiatan ini sama sekali bukan untuk mengonfirmasi apa yang disampaikan oleh Sandiaga Uno (sebagai bakal calon wakil presiden), yang pada beberapa waktu lalu mengatakan 'tempe di warung- warung makan sekarang sudah dikecilkan dan tipisnya udah hampir sama dengan kartu ATM' dan mengaitkannya dengan kurs dollar akhir- akhir ini," sambung aktivis yang pernah dipenjara pada masa Orde Baru ini.

Piryadi Kartodiharjo menambahkan, fakta bahwa ada tempe kripik yang dijual setipis itu di beberapa tempat mungkin betul. Tapi hal itu telah berlangsung sejak lama dan tidak ada hubungannya dengan kurs dollar. 

"Kami menilai pernyataan itu berlebihan. Hal itu pada akhirnya menunjukkan bagaimana kualitas yang bersangkutan dan sekaligus mengonfirmasi bahwa dirinya tidak merakyat, atau jauh dari kehidupan keseharian sebagian besar rakyat Indonesia yang sederhana," ujar Piryadi. 

"Kami percaya bahwa rakyat Indonesia sudah sedemikian cerdas. Kami juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk sama-sama menjadikan proses Pemilu 2019 sebagai sarana untuk sekali lagi memilih pemimpin yang bersih, merakyat, dan telah terbukti bekerja nyata bagi kemajuan bangsa dan negara ini, sekarang dan di masa mendatang," pungkasnya. [suf]

Tag : pilpres 2019

Komentar

?>