Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Walikota Risma Siap Perjuangkan Nasib Honorer K2

Kamis, 20 September 2018 10:45:29 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Walikota Risma Siap Perjuangkan Nasib Honorer K2

Surabaya (beritajatim.com) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjamin akan memperjuangkan honorer K2 Pemkot Surabaya agar bisa mengikuti tes CPNS 2018.

Ia menyampaikan, bahwa dirinya telah mengirim surat ke Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), yang tujuannya agar memberikan dispensasi usia .

Sesuai aturan, mereka yang bisa mendaftar tes CPNS maksimal berusia 35 tahun. Sementara, para honorer K-2 pemerintah kota sebagian telah berusia lebih dari ketentuan yang ditetapkan. Karena, honorer K-2 adalah pegawai tercatat sampai pada tahun 2005. "Jika mereka gak diangkat-angkat sedangkan usianya makin lama makin bertambah," papa Risma.

Namun demikian, Ia menegaskan, karena posisinya sebagai walikota Surabaya  perjuangannya hanya untuk honorer K-2 yang ada di lingkungan pemerintah kota. Ia berharap, para honorer diberi kesempatan mengikuti tes CPNS, maksimal bagi honorer yang berusia 40 tahun. "Saya lupa berapa maksimal, 40 tahun lah," ucapnya.

Risma menambahkan, honorer yang bisa mengikuti tes CPNS maka masa baktinya sekitar 15 – 20 tahun. Terutama bagi tenaga guru yang usai pensiuannya mencapai 60 tahun. "Saya kirim suratnya kemarin lusa," ungkapnya.

Sebelumnya, ratusan pekerja honorer kategori 2 (K2) melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor DPRD Kota Surabaya. Mereka menuntut revisi Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Dan menolak Peraturan Menteri PAN RB nomor 36 dan 37 tahun 2018.

Sekretaris Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK21) Jatim, Achmad Hiran mengatakan, UU ASN tahun 2014 dan Permen PAN RB 36 dan 37 tahun  2018 sangat merugikan pekerja K2.

"Permen PAN RB nomor 36 nomor 37 yang mengisyarakatkan CPNS 2018 terhadap honorer k2 hanya mengakomodir usia 35 tahun kebawah saja. Padahal banyak pekerja K2 yang usianya sekarang rata-rat 40 tahun ke atas," tegas Achmad Hiran.

Achmad Hiran menambahkan, berdasarkan kedua aturan itu, maka penjaringan CPNS di Surabaya hanya menyisakan 17 pekerja K2. Padahal ada 2200 pekerja K2 di Surabaya. Mereka itu tersebar disejumlah SKPD Pemkot Surabaya. Seperti petugas pemadam kebakaran, penyuluh kesehatan, petugas administrasi, dan yang paling banyak adalah guru. [ifw/suf]

Komentar

?>