Rabu, 19 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Hadapi Pilpres, Kiai Sepuh se-Jatim Rapatkan Barisan

Senin, 17 September 2018 19:18:46 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Hadapi Pilpres, Kiai Sepuh se-Jatim Rapatkan Barisan

Surabaya (beritajatim.com) - Para ulama dan kiai sepuh se-Jawa Timur merapatkan barisan dan bertemu untuk menyikapi perkembangan politik khususnya menghadapi Pilpres 2019.

Musyawarah antar kiai sepuh merupakan agenda rutin sebagai ajang silaturrahmi dan tukar pikiran.

"Pertemuan ini silaturrahmi biasa supaya kondisi tetap kondusif," kata KH Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur), pengasuh Pesantren An Nur Bululawang I, Malang yang juga ikut dalam pertemuan di kediaman Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Senin (17/9/2018).

Menurut Gus Fahrur, dalam musyawarah kali ini, para kiai saling memberikan masukan dan mendengarkan masukan dari para kiai yang telah didatangi baik dari kubu Jokowi maupun kubu Prabowo.

"Musyawarah ini mendengarkan laporan ulama yang sudah melakukan komunikasi dengan pihak lain. Ada yang komunikasi dengan Prabowo, ada yang komunikasi dengan Jokowi," kata dia.

Bagi para kiai yang sudah memutuskan untuk mendukung Jokowi atau Prabowo, mereka sepakat untuk saling menghormati. Namun para kiai yang hadir mayoritas hingga saat ini belum menentukan pilihan.

"Para kiai umumnya masih akan melakukan ijtihad politik berdasarkan akal sehat. Dicermati tiga bulan ke depan. Akan dipilih mana yang lebih maslahah," kata dia.

Sementara itu, para kiai sepuh yang kali ini hadir mayoritas adalah para kiai yang biasanya mendampingi perjalanan politik Gus Ipul.

Mereka di antaranya adalah KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli dari pesantren Ploso, Mojo, Kediri; KH Miftachul Akhyar, Surabaya; KH Anwar Iskandar, Al Amin Kediri; KH Idris Hamid, Pasuruan; KH Nawawi Abdul Djalil, Pasuruan; serta KH Anwar Mansyur, Lirboyo Kediri.

Selain itu juga KH Ubaidillah Faqih, Langitan Tuban; KH Nuruddin Abdurahman, Bangkalan; KH Safiudin Wahid, Sampang; KH Fakhrillah Aschal serta sejumlah ulama dan kiai sepuh lainnya.

Di sela-sela pertemuan ikut bergabung Mantan Ketua MK Mahfud MD serta Ustaz Yusuf Mansur. Baik Mahfud maupun Yusuf juga sempat dimintai masukan terkait kondisi politik terkini.

Di akhir pertemuan, para kiai dan ulama berharap Pilpres 2019 berjalan dengan damai tanpa kebencian dan adu domba. (tok/ted)

Tag : pilpres 2019

Komentar

?>