Rabu, 19 September 2018

Stroke, Kamsun 'Paksa' Hadiri Pelantikan sebagai Kades

Kamis, 13 September 2018 20:55:03 WIB
Reporter : D. Istimora
Stroke, Kamsun 'Paksa' Hadiri Pelantikan sebagai Kades

Ponorogo (beritajatim.com) – Adalah Kamsun, kepala desa terpilih di Desa Carang Rejo, Kecamatan Sampung, Ponorogo. Pria jelang 60 tahun itu hanya diam di atas kursi roda di ujung barisan laki-laki dan perempuan berbaju seragam putih-putih dan topi pet hitam seperti yang dikenakannya. Tak terlihat ia berceloteh atau sekadar berbasa-basi dengan orang-orang di sebelahnya.

Kamsun, kepala desa terpilih hasil Pilkades Serentak 2018 Ponorogo yang dihelat 31 Juli lalu dikabarkan terserang stroke. Sejak Sabtu (8/9/2018), ia harus menjalani rawat inap di sebuah rumah sakit di Ponorogo.

Namun pada Kamis (13/9/2018), ia meminta ‘pulang paksa’ dari RS tempatnya dirawat. Meski dokter tidak mengizinkan, ia nekat berangkat menuju Pendopo Pemkab Ponorogo dengan Pakaian Dinas Upacara (PDU) untuk dilantik sebagai kepala desa.

Saat kawannya berbaris untuk dipasangi lencana dan tanda pangkat di pundak, Kamsun harus duduk di kursi rodanya. Setiap kali barisan maju selangkah, ia pun didorong semakin maju ke depan. Sampai pada gilirannya, Ivada, sang putri mendorongnya menuju hadapan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni untuk menerima tanda jabatannya.

Ia tetap tak berkata-kata. Hanya Air mata tampak menetes di ujung matanya. Entah apa yang diucapkan Ipong kepada Kamsun, namun air mata di sudut-sudut indera penglihatannya semakin kentara. Tak sampai selesai seluruh prosesi dan resepsi, sesaat setelah lencana dan tanda pangkat terpasang, Kamsun segera beringsut dari pendopo. Istri dan putrinya beserta sejumlah anggota keluarga segera berlalu.

“Beliau yang memaksa ikut pelantikan. Mungkin karena menurut beliau memang penting sehingga apapun kondisinya, beliau tetap harus hadir,” ungkap Camat Sampung Fadlal yang tampak mendampingi Kamsun hingga masuk ke kendaraan yang membawanya.

Menurut Fadlal, Kamsun jatuh sakit karena kelelahan. Sebab, meski berada di tingkat desa, kontestasi meraih kursi kepala desa bukanlah perkara mudah. Kades petahana dan juga mantan anggota DPRD Ponorogo ini pun harus kerja ekstra keras untuk mendulang suara warganya.

“Yang jelas beliau menang jauh. Capaiannya 1.900-an suara dari sekitar 3.000 pemilih. Mungkin hal itu ditambah persiapan menuju pelantikan membuat beliau kecapekan dan akhirnya sakit. Tapi perkembangan kesehatannya sudah bagus kok daripada pertama kali masuk,” terang Fadlal.

Kamsun adalah satu dari 56 kades terpilih yang pada Kamis (13/9/2018) siang dilantik Bupati Ponorogo sebagai kades definitif. Apapun kondisinya saat ini, ia adalah hasil dari proses demokrasi tertua di Indonesia yang akan memimpin desanya hingga enam tahun masa baktinya nanti. [dil/but]

Komentar

?>