Rabu, 19 September 2018

Berbaur: Kedepan Tidak Ada Lagi Transaksi Jabatan

Rabu, 15 Agustus 2018 23:13:18 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Berbaur: Kedepan Tidak Ada Lagi Transaksi Jabatan

Pamekasan (beritajatim.com) - Pasangan Badrut Tamam dan Raja'e (Berbaur) komitmen merealisasikan salah satu gagasan penting berupa tidak ada transaksi jabatan saat keduanya dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan, periode 2018-2023 mendatang.

"Minta doa dan dukungan untuk membangun Pamekasan kedepan, sebab kami memiliki keyakinan Pamekasan tercinta bakal hebat jika seluruh pimpinan (masyarakat ataupun pemerintahan) memiliki niat dan semangat yang sama untuk menjadi lebih baik," kata Badrut Tamam, Rabu (15/8/2018).

Keyakinan tersebut tidak lepas dari visi misi dan program yang diusung pasangan Berbaur pada masa kampanye pilkada lalu. Sehingga dengan niat dan semangat seluruh pihak bisa memberikan dampak positif sekaligus menjadikan daerah berslogan Bumi Gerbang Salam lebih hebat dan lebih makmur di masa mendatang.

"Dengan berbagai program yang kami usung bersama Pak Raja'e, kami optimistis Pamekasan tidak akan menjadi kabupaten yang mundur. Justru bisa semakin progresif dan berkelanjutan melalui sektor pembangunan yang dimulai dari bawah," ungkapnya.

Dukungan dari seluruh elemen masyarakat khususnya para tokoh maupun pimpinan di lingkungan pemerintah kabupaten dinilai bakal memudahkan berbagai program yang digagasnya untuk lima tahun kedepan. "Doa dan dukungan masyarakat akan menjadi bekal dan spirit kami menjadikan Pamekasan lebih baik, kami optimis bisa melakukan berbagai langkah kedepan," sambung Badrut Tamam.

"Semua gagasan inovatif yang kami rencanakan semata-mata demi kemajuan, salah satunya dengan menciptakan suasana birokrasi profesional dan memiliki etos kerja yang nantinya bakal menjadi energi positif untuk membangun Pamekasan yang kita cintai," jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga kembali menyampaikan tiga poin pokok sebagai landasan perjuangan. Meliputi aspek persaudaraan (sataretanan), musyawarah (tak notop parembheghen) dan menjadikan jabatan sebagai sarana perjuangan. "Kedepan tidak ada lagi transaksi jabatan, komitmen ini kami letakkan dalam hati," tegasnya.

"Dari itu kami perlu doa dan dukungan dari masyarakat, kepemimpinan masa depan orientasi utamanya harus dimulai dari bawah (desa) dan membangun Pamekasan dari bawah. Ingatkan kami dan bimbing kami agar tidak merubah niat sesuai dengan jalur landasan perjuangan, sebab kami optimis jika dibimbing dan didukung semua stakeholders bisa memajukan Pamekasan," pungkasnya. [pin/ted]

Komentar

?>