Rabu, 19 September 2018

Saling Hujat, Pimpinan Partai Demokrat Sumenep Tak Mesra Lagi

Selasa, 14 Agustus 2018 23:26:28 WIB
Reporter : Temmy P.
Saling Hujat, Pimpinan Partai Demokrat Sumenep Tak Mesra Lagi

Sumenep (beritajatim.com) - Hubungan Ketua dan Sekretaris DPC Partai Demokrat Sumenep memanas. Pimpinan partai berlambang mercy ini terlihat saling hujat.

Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep, Soengkono Sidik menuding Sekretaris DPC Partai Demokrat, belum menunjukan kinerja yang baik. Salah satunya, tidak pernah masuk kantor.

"Karena sekretaris partai tidak pernah ngantor, maka segala yang berhubungan dengan administrasi terpaksa saya lakukan sendiri," kata Soengkono, Selasa (14/8/2018).

Menurutnya, sebagai sekretaris partai, harus lebih sering berada di sekretariat, dan lebih intens 'ngantor'. "Mudah-mudahan sekretaris lebih konek di sini, karena harusnya yang nguasai kantor ini sekretaris, bukan ketua," ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada upaya penggantian sekretaris, mantan Wakil Bupati Sumenep itu mengaku memang sempat dikomunikasikan oleh sejumlah PAC. "Tetapi sampai saat ini belum ada respon. Belum ada pertemuan resmi. Belum ada tanggapanlah," ucapnya.

Tudingan pedas itu langsung disambar Sekretaris DPC Partai Demokrat Sumenep, Indra Wahyudi dengan ungkapan tak kalah sinis. Menurut anggota DPRD Sumenep ini, Ketua DPC Partai Demokrat sering membuat kebijakan internal partai yang bersifat sepihak.

"Banyak keputusan yang diambil sendiri. Kesannya, Ketua ini menjadi penguasa tunggal di DPC Demokrat. Ini kan tidak bagus. Sedikit-sedikit apa kata saya. Lalu bilang, itu orang saya, itu juga orang sayar," ungkapnya.

Menurutnya, kondisi tidak sehat tersebut banyak dikeluhkan para pengurus partai. Bahkan ada yang sampai mengundurkan diri. Tidak jarang kebijakan yang menjadi keputusan Ketua menjadi 'rasan-rasan' hingga di tingkat Fraksi.

"Jadi bukan cuma saya yang mengeluh. Rapat fraksi pun banyak yang menyuarakan sikap pak ketua yang seperti itu," kata Indra.

Kondisi itulah yang disebutnya menjadi salah satu alasan dirinya malas untuk ngantor. Selain karena dirinya sebagai anggota Dewan juga yang harus mengabdikan dirinya untuk kepentingan masyarakat.

"Kalau Pak Ketua kan bukan anggota dewan. Bisa kapan saja ngantor. Sedangkan saya sebagai anggota dewan, punya tanggungjawab moral kepada masyarakat. Jadi tidak bisa setiap saat ada di sekretariat," tandasnya. [tem/suf]

Tag : demokrat

Komentar

?>