Senin, 15 Oktober 2018

FKPPI Ancam Sanksi Kader Ikut Gerakan #2019GantiPresiden

Sabtu, 11 Agustus 2018 07:48:10 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
FKPPI Ancam Sanksi Kader Ikut Gerakan #2019GantiPresiden

Surabaya (beritajatim.com) - Pengurus Daerah XIII Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan TNI/Polri Indonesia (PD FKPPI) Jawa Timur menegaskan, pihaknya tidak terlibat dalam gerakan #2019gantipresiden yang akan berlangsung di Surabaya akhir Agustus nanti.

Pernyataan ini disampaikan untuk menyikapi informasi viral yang menyebut bahwa organisasi FKPPI menjadi bagian dari jalan sehat #2019gantipresiden tersebut.

Sekretaris PD FKPPI Jawa Timur, Tony Hartono menyampaikan, informasi tentang FKPPI terlibat dalam aksi massa itu viral di masyarakat karena ada salah satu oknum anggota yang ikut dalam kegiatan jalan sehat #2019gantipresiden. Ironisnya, oknum anggota tersebut membawa-bawa nama lembaga FKPPI.

"Sakarang ini yang viral FKPPI menjadi bagian dari aksi itu. Maka kami tegaskan, FKPPI secara lembaga tidak pernah ikut atau memerintahkan anggota untuk terlibat dan mendukung aksi gerakan #2019gantipresiden yang akan berlangsung di Surabaya pada tanggal 26 atau 27 Agustus nanti," tegas Tony di Surabaya.

FKPPI telah mendapatkan bukti keterlibatan anggotanya baik dari beberapa kader maupun dari aparat keamanan. "Kami telah memiliki bukti, bahkan kami juga diberi tahu oleh pihak aparat keamanan terkait adanya anggota FKPPI yang terlibat," ungkap Tony tanpa menyebut identitas anggota yang dimaksud.

Menurutnya, FKPPI pihak tidak akan mempermasalahkan bila anggotanya tersebut mengikuti aksi #2019gantipresiden secara personal. "Kalau secara personal boleh-boleh saja, kita tidak melarang hak seseorang. Tapi jangan membawa-bawa nama lembaga," tegasnya.

Tonny menyampaikan, sejauh ini pihaknya telah memberikan teguran secara lisan kepada anggotanya tersebut. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan gaduh di internal FKPPI.

"Teguran lisan sudah kita lakukan, tetapi secara lembaga belum, karena kita masih menjaga keutuhan sesama kader FKPPI. Kalau yang bersangkutan bisa menghentikan tindakannya, kita anggap selesai masalahnya. Kita belum memberikan sansi apapun. Ini masih satu orang, tidak melibatkan banyak anggota," terangnya.

"Kami tegaskan, sikap FKPPI ini bukan berarti untuk mendukung salah satu capres. Namun kami menilai gerakan #2019gantipresiden tersebut inskonstitusional," tambahnya.

Senada dengan Tony, Wakil Ketua PD FKPPI Jatim Agus Ronald Mangunsong juga menyayangkan ada oknum anggotanya ikut terlibat gerakan massa tanpa sepengetahuan organisasi.

"Itu di luar kontrol lembaga. Mendekati pilpres tentunya gerakan semacam itu sangat sensitif dan berpotensi menimbulkan gesekan. Seluruh kader FKPPI sudah mendengar masalah ini, dan semua pasti menolak jika nama organisasi dipakai untuk hal-hal seperti itu. Seluruh kader juga tahu bahwa tindakan oknum anggota yang terlibat aksi #2019gantipresiden itu tidak bisa ditolerir," ujarnya.

Oknum anggota tersebut telah beberapa kali kedapatan tanpa izin membawa nama lembaga FKPI dalam kegiatan aksi bersama ormas lain. Salah satunya aksi menentang LGBT di Taman Bungkul Surabaya beberapa waktu lalu.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua PD FKPPI Jatim Dwi Utomo juga berpendapat bahwa gerakan itu secara etika bertentangan dengan nilai-nilai konstitusional.
"Tanpa gerakan semacam itu, tiap lima tahun sekali kita memilih presiden kok," paparnya. (tok/kun)

Tag : pilpres

Komentar

?>